Gattuso Sebut Kegagalan Italia Lolos Piala Dunia Jadi Luka Seumur Hidup

Penulis: Ivan Setiawan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:51:31 WIB
Gennaro Gattuso menyampaikan pernyataan usai laga Lazio melawan Bologna di Serie A pekan ini.

JAWA BARAT — Perasaan getir itu masih melekat kuat di benak Gattuso. Pelatih berusia 47 tahun itu mundur dari posisinya sebagai allenatore Timnas Italia pada April lalu, tak lama setelah Italia gagal mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Kini, ia mengaku periode singkatnya menukangi skuad berjuluk Gli Azzurri tersebut meninggalkan bekas yang dalam.

"Saya menjalani 10 bulan yang luar biasa (sebagai pelatih Italia). Para pemain yang saya latih telah memberikan segalanya. Dan itu adalah luka yang akan membekas seumur hidup saya, karena itu adalah luka yang dalam," ujar Gattuso usai Lazio mengalahkan Bologna 1-0 pekan ini, dikutip ESPN.

Mancini Kembali ke Pelukan Gli Azzurri

Kursi yang ditinggalkan Gattuso kini telah terisi. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Roberto Mancini dengan kontrak berdurasi empat tahun. Ini merupakan periode kedua Mancini menangani timnas, setelah sebelumnya memimpin sejak 2018 hingga 2023.

Kembalinya Mancini bukannya tanpa kontroversi. Keputusan FIGC di era kepemimpinan Giovanni Malago ini sempat memunculkan perdebatan di kalangan penggemar dan pengamat. Pasalnya, pada periode pertamanya, Mancini memang sukses membawa Italia juara Piala Eropa 2021, tetapi ia juga gagal meloloskan Gianluigi Donnarumma dkk ke Piala Dunia 2022. Ia kemudian memilih mundur pada 2023 setelah berselisih dengan presiden FIGC saat itu, Gabriele Gravina.

Restu dari Mantan Pelatih

Di tengah pro dan kontra tersebut, Gattuso justru angkat bicara. Pelatih yang kini menukangi Lazio sejak Juni lalu itu menilai FIGC telah mengambil keputusan yang tepat dengan memulangkan Mancini.

"Menurut saya, dia (Mancini) adalah pelatih hebat dengan segudang pengalaman. Saya mendoakan yang terbaik baginya karena sepak bola kami membutuhkan dia," kata Gattuso.

"Dia adalah manajer hebat; sosok yang pernah meraih sukses bersama timnas, dan tentu saja saya mendoakan yang terbaik untuknya dari lubuk hati terdalam," tegasnya.

Dukungan dari Gattuso ini menjadi sinyal bahwa persatuan di internal sepak bola Italia mulai terbangun kembali. Tugas berat menanti Mancini, yakni membangun ulang kepercayaan diri skuad muda Italia dan memastikan kegagalan beruntun melaju ke Piala Dunia tidak terulang di masa mendatang.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top