Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter per 1 Agustus, BP 92 dan Revvo Ikut Terkoreksi

Penulis: Gilang Permana  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:20:31 WIB
Petugas mengisi bahan bakar Pertamax di SPBU, harga resmi turun menjadi Rp 15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026.

JAWA BARAT — Kabar baik bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Memasuki 1 Agustus 2026, sejumlah operator SPBU serentak mengumumkan penyesuaian harga, mayoritas di antaranya mengalami penurunan. Pertamina memimpin dengan memangkas harga Pertamax hingga Rp 300 per liter menjadi Rp 15.950.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa realokasi harga ini mengikuti pola pergerakan rata-rata harga minyak mentah global. "Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujarnya dalam siaran resmi, Sabtu (1/8).

Koreksi Harga di Tengah Tren Minyak Dunia

Penurunan harga kali ini tidak hanya terjadi pada satu produk. Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Turbo dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter. Begitu pula dengan Pertamax Green RON 95 yang turun Rp 400 menjadi Rp 16.600 per liter.

Sementara itu, untuk segmen diesel, Pertamina memilih mempertahankan harga. Pertamina Dex tetap di level Rp 21.150 per liter dan Dexlite Rp 19.700 per liter. Produk subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan, masing-masing masih di harga Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Persaingan Antar Operator: BP-AKR dan Vivo Kompak Turun

Persaingan pasar BBM nonsubsidi kian terlihat. BP-AKR menetapkan harga BP 92 di angka Rp 16.130 per liter, turun signifikan dari periode sebelumnya yang menyentuh Rp 16.670. Vivo pun tak mau kalah, membanderol Revvo 92 dengan harga identik, Rp 16.130 per liter.

Menariknya, koreksi harga ini tidak berlaku untuk semua jenis bahan bakar. Baik BP Ultimate Diesel dari BP-AKR maupun Diesel Primus dari Vivo sama-sama mengalami kenaikan Rp 570 per liter, menjadi Rp 21.910. Shell juga menyesuaikan harga V-Power Diesel ke level yang sama, naik dari Rp 21.340.

Apa Artinya bagi Konsumen dan Industri?

Fluktuasi harga BBM nonsubsidi ini menjadi sinyal penting bagi industri logistik dan transportasi. Meski harga bensin turun, kenaikan harga diesel berpotensi menekan biaya operasional angkutan barang. Bagi konsumen individu, penurunan harga RON 92 dan 95 memberikan ruang napas di tengah tekanan biaya hidup.

Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian ini adalah mekanisme pasar yang wajar. Dengan tetap menjaga stok dan distribusi, diharapkan stabilitas pasokan BBM nasional tetap aman sepanjang Agustus ini.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top