JAWA BARAT — Dalam wawancara 50 menit yang tayang di NHK pada Minggu (19/7), Toyoda mengungkapkan bahwa Toyota tengah berada di "pusat transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya". Corolla, yang telah mengalami 12 kali perubahan model dan terjual lebih dari 57 juta unit sejak 60 tahun lalu, menjadi simbol sekaligus ujian bagi masa depan pabrikan Jepang ini. "Kecuali Jepang menjadi negara yang dipilih oleh setiap negara lain, kami tidak bisa bertahan," ujar Toyoda.
Salah satu insinyur Toyota yang diwawancarai dalam program tersebut mengakui secara jujur bahwa menurut pendapatnya, Toyota saat ini sudah kalah dari China. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan pengembangan, terutama saat membandingkan siklus pengembangan dan metode manufaktur Toyota dengan pabrikan seperti BYD. Toyoda sendiri memperingatkan bahwa risiko terbesar saat ini adalah menjadi terlalu puas diri. "Jika itu terjadi, sudah berakhir," tegasnya.
Siaran spesial NHK menampilkan lokasi pengembangan rahasia Toyota, di mana beberapa prototipe Corolla Concept terlihat. Bentuknya hampir identik dengan konsep yang diperkenalkan di Japan Mobility Show Oktober lalu, dengan siluet rendah dan bagian depan mirip mobil sport. CEO Koji Sato berjanji bahwa Corolla generasi baru akan "dikemas dengan inovasi" dan dibangun di atas platform baru yang mendukung semua jenis penggerak, dari baterai listrik murni (BEV), plug-in hybrid, hybrid, hingga mesin bensin konvensional.
Toyota tetap pada pendekatan multi-powertrain, namun tekanan dari Tesla dan BYD semakin nyata. CEO BYD, Wang Chuanfu, mengklaim perusahaannya akan menjadi pabrikan nomor satu dunia dalam skala dalam lima tahun ke depan. BYD, yang sudah berhenti memproduksi kendaraan berbahan bakar bensin murni sejak 2022, kini telah melampaui Ford sebagai pabrikan terbesar keenam dunia pada 2025. Sementara itu, Toyota baru saja membatalkan Lexus LF-ZC, EV flagship yang seharusnya menjadi etalase teknologi baterai dan manufaktur terbaru mereka.
Gambar dari lokasi pengembangan menunjukkan beberapa varian Corolla yang berbeda sedang dikembangkan, termasuk sedan, hatchback, crossover, dan model GR. Prototipe yang paling menonjol memiliki grille tertutup dan titik pengisian daya, menandakan bahwa versi EV lah yang menjadi fokus utama pengembangan saat ini. Namun, platform baru ini tetap dirancang fleksibel untuk mengakomodasi permintaan pasar yang masih beragam.
Komentar dari pengamat di Jepang menyebutkan bahwa rasa krisis saja tidak akan cukup melawan birokrasi yang kaku. "Pabrikan Jepang sangat fokus pada cara pasar domestik mereka beroperasi, yang semakin tidak sejalan dengan dunia lain yang terus berelektrifikasi," tulis seorang komentator. Toyota kini berada di persimpangan: apakah Corolla EV bisa menjadi penyelamat atau justru menjadi bukti bahwa pabrikan terbesar dunia terlambat beradaptasi.