Pertamina Percepat Distribusi BBM di Aceh, Riau, dan Kepri: Jam Operasional Terminal Ditambah Jadi 14 Jam

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 17:07:01 WIB
Pertamina memperpanjang jam operasional terminal BBM di Aceh, Riau, dan Kepri menjadi 14 jam per hari untuk mempercepat distribusi.

JAWA BARAT — Di Provinsi Aceh, Pertamina mengoptimalkan kinerja Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penguatan monitoring dilakukan secara menyeluruh agar setiap perkembangan operasional bisa direspons cepat.

"Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan," ujar Fahrougi dalam keterangannya, Senin (20/7).

Dampaknya, jam layanan terminal dinaikkan dari rata-rata 8 jam menjadi 14 jam per hari. Pertamina juga mengoptimalkan skema alih suplai antar terminal untuk menjaga pasokan energi masyarakat.

Riau dan Kepri: Fokus pada Jalur Logistik dan Stok Aman

Di Provinsi Riau, Pertamina secara berkala memantau kondisi stok BBM dan memastikan kelancaran distribusi melalui Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Koridor ini menjadi jalur utama pengiriman menuju Fuel Terminal dan SPBU di wilayah tersebut.

Sementara di Kepulauan Riau, perusahaan memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan penyaluran ke seluruh SPBU berjalan lancar. Monitoring dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga keandalan distribusi di wilayah kepulauan yang rawan gangguan logistik.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan

Selain memperkuat monitoring lapangan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut meningkatkan koordinasi lintas fungsi. Perusahaan bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

"Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan," ungkap Fahrougi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina mengantisipasi dinamika operasional di lapangan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti kepulauan dan jalur lintas sumatera.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top