KUNINGAN — Koosiyah, warga Dusun Kedatuan, RT 001, RW 001, Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, dilaporkan pergi dari rumah pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut keterangan suaminya, Sofyan (48), sang istri pergi setelah keduanya terlibat cekcok rumah tangga. Tidak ada barang berharga yang dibawa—Koosiyah meninggalkan ponsel dan KTP-nya di rumah.
Sejak kepergian istrinya, Sofyan mengaku terus mencari tanpa kenal lelah. Setiap hari, ia menyisir sejumlah titik di sekitar Kuningan mulai pukul 5 pagi hingga malam hari. Pihak keluarga juga sudah mengecek kemungkinan Koosiyah pulang ke kampung halamannya di Batang, Jawa Tengah, namun hasilnya nihil.
"Mondar-mandir terus saya. Pagi-pagi jam 5 sampai jam 7 saya istirahat dulu, balik lagi terus sampai Lebakwangi. Berharap ketemu di jalan," ujar Sofyan kepada detikcom, Selasa (21/7/2026).
Titik terang sempat muncul saat seorang warga di kawasan Cinagara melaporkan melihat sosok yang mirip dengan Koosiyah. Saksi menyebut perempuan itu berjalan ke arah selatan menuju Pangbuyutan, melewati area pembangunan Koperasi Merah Putih dan sebuah warung pisang.
"Di Cinagara ngelihat, katanya jalan ke arah Selatan ke Pangbuyutan. Pabrik yang di depan ada pembangunan Koprasi Merah Putih, warung pisang di situ ngelihat kemarin jam 11.30 WIB. Katanya, 'Iya bener ini orang ini lagi jalan.' Tapi saya kejar sampai Pangbuyutan enggak ada lagi yang ngelihat di situ. Kehilangan jejak," tutur Sofyan.
Setelah enam hari pencarian mandiri, Sofyan akhirnya melaporkan kehilangan istrinya ke Polsek setempat pada Senin (20/7/2026). Kapolsek Lebakwangi-Maleber, AKP Wawan Hernawan, membenarkan bahwa laporan sudah diterima dan proses pencarian masih berlangsung.
"Iya bener. Sudah laporan kemarin Senin pagi. Masih proses pencarian. Saya juga masih berkomunikasi dengan polsek-polsek yang lain barangkali menemukan orang tersebut," kata Wawan.
Dalam surat keterangan orang hilang yang dikeluarkan polisi, Koosiyah memiliki ciri-ciri: tinggi badan 165 cm, berat badan 56 kg, rambut lurus pendek sebahu, dan kulit sawo matang. Tanda khusus yang melekat adalah tiga tahi lalat di bagian hidung. Saat pergi, ia mengenakan gamis abu-abu tua dan baju daster pendek dengan warna senada.
Sofyan mengaku sangat menyesali pertengkaran yang terjadi. Ia hanya berharap istrinya segera kembali ke rumah dengan selamat. "Udah saya saja udah nyesel dari kejadian tersebut, mungkin nyakitin perasaannya. Udah nyesel. Saya berharap sekali dia bisa segera ditemukan atau pulang. Anak-anak juga menunggu," pungkasnya.