GARUT — Forum monev itu menjadi ajang bagi para pengelola SPPG untuk membuka suara. Mulai dari soal distribusi makanan yang kerap terhambat, pemenuhan standar gizi yang harus konsisten, hingga administrasi pelaporan yang rapi. Camat Rakhmat Alamsyah menyebut kegiatan ini sebagai sarana untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas masalah yang ditemukan di lapangan.
Dalam sambutannya, Rakhmat Alamsyah menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi antar pihak adalah kunci utama. “Monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Menurut dia, dengan sinergi yang baik, pelaksanaan MBG diharapkan bisa terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. “Dengan sinergi yang baik, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” pungkas camat.
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tarogong Kaler, Herna Setiawati, berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, menyampaikan masukan, pengalaman, dan tantangan pelaksanaan MBG di masing-masing SPPG.
Sesi tanya jawab menjadi wadah untuk merumuskan langkah perbaikan. Beberapa topik utama yang mengemuka antara lain:
Pemerintah Kecamatan Tarogong Kaler berkomitmen mengawal program prioritas nasional ini secara ketat. Tujuannya, memastikan anak sekolah dan kelompok penerima manfaat mendapatkan akses makanan bergizi secara merata dan tepat sasaran.
Melalui monev berkala, camat berharap pelaksanaan MBG bisa terus berjalan sesuai ketentuan. Sinergi antara pemerintah kecamatan dan pengelola SPPG dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan maksimal oleh masyarakat.