SUMEDANG — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menargetkan pembangunan minimal satu puskesmas baru setiap tahun sebagai upaya memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Dony saat melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Puskesmas Cimanggung di Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Senin (15/6/2026).
Puskesmas Cimanggung akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.700 meter persegi dengan bangunan dua lantai berluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Pembangunan tahap pertama menghabiskan anggaran lebih dari Rp4,5 miliar dan ditargetkan selesai pada 5 Desember 2026.
Bupati Dony menekankan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan harus terus dilakukan seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah. “Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk terus memperluas akses layanan kesehatan. Minimal satu puskesmas baru setiap tahun agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Dony.
Ia menyebut puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan yang memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat sejak masa kehamilan, kelahiran, pertumbuhan anak hingga pelayanan bagi lanjut usia.
Lokasi pembangunan Puskesmas Cimanggung berada di Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada 5 Desember 2026.
Bupati Dony meminta agar pembangunan fasilitas kesehatan dilakukan secara tuntas dan tidak setengah-setengah. Untuk Puskesmas Cimanggung, ia berharap pembangunan tahap lanjutan dapat segera direalisasikan sehingga fasilitas rawat inap yang menjadi harapan masyarakat bisa segera terwujud.
“Kalau membangun jangan sepotong-sepotong. Harus tuntas. Saya berharap tahun depan pembangunan tahap berikutnya bisa dilaksanakan sehingga Puskesmas Cimanggung benar-benar lengkap dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal,” ungkapnya.
Selain pembangunan gedung, Bupati Dony juga meminta agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Kalau pelayanan kesehatan ingin semakin baik, maka fasilitasnya juga harus terus ditingkatkan. Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Bupati menekankan pentingnya kualitas layanan dengan sentuhan humanis dalam setiap interaksi dengan pasien. “Tempatnya harus bagus, pelayanannya harus lebih bagus lagi. Layani masyarakat dengan ramah, dengan empati dan dengan hati. Itulah yang akan membuat pelayanan kesehatan semakin berkualitas,” tegasnya.
Strategi satu puskesmas baru per tahun adalah respons terhadap pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah yang dinamis. Dengan distribusi fasilitas kesehatan yang lebih merata, masyarakat di daerah terpencil tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Komitmen ini sejalan dengan visi Pemkab Sumedang untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif, sekaligus mengurangi beban masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Dengan puskesmas yang tersebar merata dan berkualitas, diharapkan indikator kesehatan masyarakat Sumedang terus meningkat.