Keputusan ini bukan lagi sekadar rumor. Seorang pembocor terpercaya dengan julukan Instant Digital mengklaim dirinya "100% yakin" bahwa model MacBook Pro berikutnya akan hadir dengan layar sentuh. Klaim ini memperkuat laporan Mark Gurman dari Bloomberg yang sejak awal menyebut Apple tengah merombak besar-besaran lini laptop profesionalnya.
Bukti paling konkret muncul dari dalam kode pengembang macOS 27. Fitur Sidecar yang selama ini memungkinkan iPad berfungsi sebagai layar kedua Mac, kini mendukung penuh kontrol sentuhan langsung — tanpa perlu Apple Pencil.
Seorang pengguna dengan akun BLCNYY membagikan video di media sosial yang memperlihatkan dirinya menggeser menu Settings dan menekan elemen antarmuka hanya dengan ujung jari. Sebelumnya, interaksi semacam itu terbatas pada gestur dasar dan Apple Pencil.
Mendiang Steve Jobs pernah menyebut layar sentuh vertikal di laptop tidak ergonomis dan melelahkan. Tim Cook pun mewarisi sikap itu. Namun, langkah Apple memperkenalkan antarmuka mirip macOS di iPadOS 26 tampaknya menjadi batu loncatan untuk membalikkan haluan.
Menurut laporan yang beredar, MacBook Pro anyar dengan chip M6 berbasis proses 2nm akan menjadi kendaraan pertama bagi layar sentuh ini. Desain notch yang kini ada di MacBook Pro kabarnya akan digantikan oleh Dynamic Island — lebih kecil dari versi iPhone namun dengan fungsi serupa.
Ada kemungkinan perangkat ini tidak akan disebut MacBook Pro. Apple dikabarkan mempertimbangkan label "MacBook Ultra" untuk menandai lompatan spesifikasi dan harga. Strategi ini mirip dengan perluasan merek Ultra dari Apple Watch ke lini produk lain, termasuk ponsel lipat yang dirumorkan bakal dinamai iPhone Ultra.
Konsekuensinya, banderol harga dipastikan melonjak. MacBook Pro M5 saat ini saja sudah menembus US$ 2.000 (sekitar Rp 32 juta). Dengan tambahan layar OLED sentuh dan chip 2nm, MacBook Ultra bisa menjadi laptop termahal yang pernah dirilis Apple.
Meski begitu, Apple belum berniat menggabungkan MacBook dan iPad. Sumber yang sama menegaskan bahwa perangkat ini bukanlah laptop 2-in-1 dengan layar yang bisa dilepas. Kedua lini produk akan tetap berjalan terpisah — setidaknya untuk saat ini.
Bagi pengguna Indonesia yang selama ini mengandalkan iPad sebagai pendamping MacBook lewat Sidecar, perubahan ini berarti pengalaman yang lebih mulus tanpa perlu stylus. Namun, harga yang diperkirakan jauh di atas Rp 30 juta akan menjadi tembok besar bagi sebagian besar konsumen di pasar lokal.