Bupati Bandung KDS Tinjau 3 Titik Rawan Banjir di Dayeuhkolot, Siapkan Drainase Baru dan Normalisasi Sungai

Penulis: Ivan Setiawan  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 20:58:01 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau tiga titik rawan banjir di Dayeuhkolot, Jumat (12/6/2026).

KABUPATEN BANDUNG — Banjir yang rutin melanda Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha mendapat perhatian serius dari pemkab. Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang akrab disapa KDS, turun langsung ke lapangan meninjau titik-titik langganan genangan di wilayah itu.

Dalam peninjauan yang berlangsung Jumat (12/6/2026), KDS didampingi Kepala Dinas PUTR Zeis Zultaqawa, Kasatpol PP Uwais Qorni, perwakilan Dinas SDA Jawa Barat, Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, serta Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto.

Tiga Titik Fokus Penanganan Banjir

KDS menyebut ada tiga lokasi yang menjadi prioritas. Pertama, Sungai Cipalasari di pinggir Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha, tepatnya di depan pabrik Daliatex hingga Metro Garmin. Kedua, jalur drainase yang mengarah ke Sungai Citarum.

Di titik pertama, KDS mengapresiasi kerja Pentahelix Dayeuhkolot yang telah melakukan pengerukan sungai sepanjang 2,5 kilometer. Kedalaman sungai bertambah 1,5 meter dari kondisi sebelumnya.

"Alhamdulillah pentahelix Dayeuhkolot juga sudah melakukan pengerukan Sungai Cipalasari sepanjang 2,5 kilometer. Sungainya terus dikeruk supaya lebih dalam. Sekarang kedalamannya bertambah 1,5 meter," ujar KDS di sela peninjauan.

Drainase Baru Lebar Dua Meter Siap Dibangun

Untuk titik kedua, pemkab berencana membangun drainase baru dengan lebar sekitar dua meter. Saluran ini akan menjadi jalur pembuangan air yang mengarah langsung ke Sungai Citarum.

"Terima kasih Pak Tri dan pentahelix serta masyarakat Dayeuhkolot. Insya Allah pengerukan sungai ini jadi solusi agar tidak banjir lagi di Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha," tambah orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.

Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci

Pendekatan pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media—menjadi strategi utama dalam penanganan banjir di Dayeuhkolot. KDS menilai kolaborasi ini sudah menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Selain normalisasi sungai dan pembangunan drainase, pemkab juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas SDA Jawa Barat untuk penanganan hulu Sungai Citarum. Langkah ini dinilai krusial karena daya tampung sungai utama kerap berkurang akibat sedimentasi.

Belum ada keterangan resmi mengenai anggaran yang disiapkan untuk proyek drainase baru tersebut. Namun, KDS memastikan percepatan penanganan akan segera dilakukan setelah masa lelang selesai.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: visi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top