Siswa Sekolah Rakyat di Cimahi Main Bakiak Batok, Cara Unik Polban Kenalkan Permainan Tradisional ke Generasi Muda

Penulis: Eri Subagio  •  Senin, 08 Juni 2026 | 14:42:32 WIB
Siswa SRMP 8 Cimahi bermain bakiak batok dalam kegiatan edukasi permainan tradisional bersama Polban.

CIMAHI — Bukan sekadar bermain, kegiatan ini dirancang untuk mengembalikan permainan tradisional ke tengah aktivitas siswa yang kian akrab dengan gawai. Bakiak batok, yang terbuat dari batok kelapa dan tali karet, dipilih karena dinilai mampu melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Mengapa Bakiak Batok Dipilih untuk Edukasi Siswa?

Permainan ini menuntut setiap pemain untuk berjalan beriringan dalam satu barisan. Jika satu orang kehilangan keseimbangan, seluruh tim ikut terhambat. Dari situlah nilai kerja sama dan keterampilan sosial diasah secara alami.

Para mahasiswa Polban yang terlibat bertindak sebagai fasilitator. Mereka tidak hanya mengajari cara bermain, tetapi juga menjelaskan filosofi di balik setiap permainan tradisional yang diperkenalkan.

Lokafun: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Laboratorium Sosial

Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Lokafun ini menjadi ajang bagi siswa untuk belajar di luar kelas. Suasana kompetisi yang sehat terlihat saat setiap regu berusaha menjadi yang tercepat tanpa menjatuhkan anggota lain.

“Permainan seperti ini mengajarkan anak-anak bahwa kemenangan bukan segalanya. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka bisa saling membantu dan berkomunikasi,” ujar salah satu fasilitator dari Polban.

Pihak SRMP 8 Cimahi menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih segar dan kontekstual bagi siswa.

Permainan Tradisional Kian Tergerus Zaman?

Di tengah maraknya game digital, pengenalan permainan tradisional seperti bakiak batok, engklek, atau congklak makin jarang ditemui di lingkungan sekolah. Kegiatan seperti Lokafun menjadi salah satu celah untuk memperkenalkan warisan budaya ini kepada generasi yang lahir di era internet.

Selain melestarikan budaya, kegiatan fisik semacam ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran akan menurunnya aktivitas gerak anak sekolah. Dengan bermain bakiak, siswa secara tidak langsung melakukan olahraga ringan yang melatih otot kaki dan konsentrasi.

Kegiatan serupa direncanakan akan digelar secara berkala. SRMP 8 Cimahi dan Polban berharap model edukasi seperti ini bisa ditiru oleh sekolah lain di Jawa Barat.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top