BOGOR — Peresmian Forum KRL Kabupaten Bogor ini menandai babak baru pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Para relawan yang tergabung dalam KRL selama ini bergerak secara independen di tingkat desa dan kelurahan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pengawasan alih fungsi lahan.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor mencatat total KRL yang aktif mencapai lebih dari 400 unit. Mereka tersebar merata di seluruh kecamatan, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah penyangga ibu kota seperti Kecamatan Gunung Putri, Cibinong, dan Citeureup.
Tugas utama KRL adalah menjadi ujung tombak program lingkungan di tingkat RT dan RW. Mulai dari sosialisasi pemilahan sampah, pembuatan bank sampah, hingga pemantauan kualitas udara dan air di lingkungan masing-masing.
Meski sudah lama eksis, koordinasi antar-KRL selama ini masih bersifat informal. Bupati Bogor, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala DLH Kabupaten Bogor, menilai pengukuhan forum ini penting untuk menyatukan visi dan memperkuat advokasi kebijakan lingkungan di tingkat daerah.
Forum KRL nantinya akan menjadi mitra resmi pemerintah daerah dalam perumusan program-program lingkungan hidup. Mereka juga diharapkan bisa menjadi jembatan antara warga dan pemda dalam menyampaikan keluhan atau usulan terkait kerusakan lingkungan.
Persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Bogor. Dengan volume sampah yang terus meningkat, peran KRL sebagai penggerak bank sampah dan komposting skala rumah tangga dinilai krusial.
Selain itu, alih fungsi lahan di kawasan Puncak dan sekitarnya juga menjadi perhatian serius. Forum KRL diharapkan bisa memperkuat pengawasan partisipatif agar pembangunan tidak merusak daerah resapan air dan kawasan konservasi.
Ke depan, Forum KRL akan menggelar rapat kerja perdana untuk menyusun program kerja bersama. Agenda prioritasnya antara lain penguatan bank sampah di setiap kecamatan dan pelatihan relawan lingkungan.