JAWA BARAT — Koreksi IHSG terjadi di tengah dominasi indeks sektoral yang memerah. Hingga pukul 09.15 WIB, nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,1 triliun dengan volume perdagangan 3,09 miliar saham. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual cukup kuat sejak awal sesi.
Mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi kompak melemah. Hanya empat sektor yang masih hijau: energi, properti, industri, dan kesehatan.
Pelemahan di sektor keuangan menjadi perhatian utama, mengingat bobotnya yang besar terhadap IHSG. Sementara itu, indeks LQ45 turun 0,28 persen ke 617, diikuti pelemahan indeks JII, MNC36, dan IDX30.
Di tengah dominasi aksi jual, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Tiga top gainers pagi ini adalah PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Arthavest Tbk (ARTA), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Ketiganya berhasil menarik minat beli investor di awal sesi.
HERO misalnya, bergerak di sektor ritel dan kerap menjadi pilihan saat investor mencari saham dengan fundamental stabil. Sementara ARTA dan PNSE merupakan saham dengan kapitalisasi pasar kecil yang kerap volatil.
Level 6.140 menjadi titik kritis dalam jangka pendek. Jika IHSG gagal bertahan di atas level tersebut, bukan tidak mungkin indeks kembali menguji support 6.100 atau bahkan lebih rendah. Sebaliknya, jika mampu rebound, resistance terdekat berada di 6.200.
Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan sektor keuangan dan energi sebagai indikator utama arah IHSG selanjutnya. Sentimen global dan data ekonomi domestik juga akan mempengaruhi pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan.