Berikut adalah perbandingan harga lengkap berdasarkan data terkini:
Penyebab utama koreksi pagi ini adalah pernyataan terbaru pejabat The Fed yang menegaskan bahwa inflasi inti AS masih di atas target 2%. Pasar berekspektasi suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, sehingga aset berisiko seperti kripto mengalami sell-off. Selain itu, data on-chain menunjukkan adanya perpindahan besar Bitcoin dari dompet lama ke exchange, yang kerap diartikan sebagai sinyal distribusi oleh whale.
Dari sisi domestik, investor Indonesia juga merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang membuat harga dalam rupiah terasa lebih mahal, sehingga aksi jual untuk mengamankan keuntungan jangka pendek semakin masif.
Bitcoin saat ini berada di dekat support $66.000. Jika tembus ke bawah, potensi koreksi lanjutan ke $63.000 terbuka lebar. Namun, bagi investor ritel Indonesia, harga di bawah Rp 1,2 miliar bisa menjadi peluang buy the dip bertahap. Pantau level $67.000 sebagai garis pertahanan terdekat.
Solana mencatat koreksi terdalam. Indikator RSI sudah masuk zona jenuh jual (oversold), yang secara teknikal menandakan potensi technical rebound dalam 1–2 hari ke depan. Investor bisa mencermati harga di kisaran Rp 1.300–1.350 untuk akumulasi awal.
TRON menjadi satu-satunya koin yang turun di bawah 3%. Ini menandakan minat beli yang solid, didorong oleh permintaan USDT di jaringan TRC-20 yang tinggi di Asia, termasuk Indonesia. Cocok sebagai hold defensif saat pasar bearish.
Untuk membeli atau menjual kripto di tengah volatilitas tinggi, gunakan exchange yang telah terdaftar di Bappebti seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu. Ketiganya menyediakan likuiditas yang cukup untuk koin-koin di atas dengan spread kompetitif. Hindari platform ilegal yang menawarkan iming-iming bonus besar tanpa izin resmi.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat analitis dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.