BOGOR — Yusfitriadi menjabarkan Kuta Udaya Wangsa bukan sekadar slogan. Spirit ini menyatukan visi kemajuan dan kebudayaan di Kabupaten Bogor. Gagasan itu diharapkan mengarahkan pertumbuhan daerah tanpa meninggalkan akar tradisi lokal.
Dalam ulasannya, Kuta Udaya Wangsa dimaknai sebagai kota yang berdaulat, bermartabat, dan berperadaban. Konsep ini menekankan keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan nilai budaya masyarakat.
Yusfitriadi menegaskan spirit ini harus diinternalisasi dalam setiap kebijakan pembangunan. Mulai dari tata ruang, pendidikan, hingga ekonomi kerakyatan, semuanya berpijak pada nilai peradaban Nusantara.
Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar sebagai pusat peradaban. Letak geografisnya strategis dan kekayaan budayanya melimpah. Kuta Udaya Wangsa menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak boleh mengorbankan identitas lokal.
Bagi warga Kabupaten Bogor, spirit Kuta Udaya Wangsa berarti pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan dan pelestarian budaya. Yusfitriadi menyebut konsep ini bisa menjadi pedoman dalam merumuskan program pemda ke depan.
Dengan mengusung semangat pusat peradaban, Kabupaten Bogor diharapkan mampu bersaing secara nasional tanpa kehilangan jati diri. Kuta Udaya Wangsa menjadi kompas moral bagi setiap langkah pembangunan di daerah penyangga ibu kota ini.