KOTA BOGOR — Struktur sumber daya aparatur di Pemerintah Kota Bogor menunjukkan pergeseran signifikan pada tingkat pendidikan. Berdasarkan data kepegawaian terbaru, mayoritas PNS kini telah menempuh pendidikan tinggi, mengindikasikan peningkatan kualitas sumber daya manusia di birokrasi daerah tersebut.
Dominasi pegawai perempuan terlihat jelas di dua jenjang pendidikan tinggi. Pada tingkat sarjana (S1), jumlah pegawai perempuan mencapai 1.568 orang, sementara laki-laki sebanyak 1.288 orang. Tren serupa juga terjadi di jenjang magister (S2), dengan 412 pegawai perempuan berbanding 336 pegawai laki-laki.
Kondisi ini menempatkan perempuan sebagai mayoritas pada kelompok ASN berpendidikan tinggi di Kota Bogor. Meski demikian, data tidak merinci distribusi berdasarkan jabatan struktural atau fungsional yang diduduki oleh masing-masing kelompok tersebut.
Dari total PNS aktif di lingkungan Pemkot Bogor, sebanyak 2.856 orang telah mengantongi gelar sarjana. Angka ini mencakup lulusan S1 dan S2, sementara sisanya merupakan lulusan diploma (D3) atau setingkat di bawahnya. Persentase ini menunjukkan bahwa mayoritas aparatur telah memenuhi standar kualifikasi akademik minimal untuk jabatan tertentu.
Komposisi pendidikan yang didominasi perempuan ini berpotensi memengaruhi pola rekrutmen dan promosi jabatan di masa mendatang. Pemkot Bogor dinilai perlu menyelaraskan data ini dengan kebutuhan kompetensi teknis dan kepemimpinan di setiap perangkat daerah.
Data ini juga menjadi dasar bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor untuk merancang program pengembangan karier yang lebih terarah, termasuk pelatihan kepemimpinan bagi ASN perempuan yang mendominasi jenjang pendidikan tinggi.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkot Bogor mengenai langkah tindak lanjut dari temuan data ini. Namun, peningkatan kualitas ASN melalui pendidikan formal kerap menjadi salah satu indikator dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah secara nasional.