JAKARTA — Pendaftaran program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 yang sebelumnya dijadwalkan ditutup pada akhir Mei, resmi diperpanjang hingga 5 Juni 2026. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kementerian Agama melalui laman resmi mereka, menyasar ribuan calon penerima beasiswa dari seluruh Indonesia, termasuk dari wilayah Jawa Barat.
Perpanjangan waktu pendaftaran dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi calon mahasiswa, khususnya mereka yang terkendala proses verifikasi dokumen dan pengajuan rekomendasi. Kemenag mencatat adanya lonjakan trafik pengunjung pada situs pendaftaran di hari-hari terakhir penutupan awal.
“Kami melihat masih banyak calon pendaftar potensial yang belum menyelesaikan proses unggah berkas. Perpanjangan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaring talenta terbaik bangsa,” demikian pernyataan resmi dari pihak Kemenag dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (20/5/2026).
Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 menargetkan penyaluran beasiswa kepada 12.000 mahasiswa baru di jenjang S1, S2, hingga S3. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh, tunjangan hidup bulanan, serta biaya penelitian bagi mahasiswa program doktoral.
Bagi calon mahasiswa asal Jawa Barat, program ini menjadi peluang strategis untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah bekerja sama dengan Kemenag. Beberapa kampus mitra di antaranya adalah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN SGD Cirebon, dan sejumlah PTKIN lainnya di provinsi tersebut.
Calon pendaftar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen administratif, seperti ijazah terakhir, transkrip nilai, surat rekomendasi dari institusi pendidikan sebelumnya, serta proposal rencana studi bagi pelamar S2 dan S3. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Beasiswa Indonesia Bangkit milik Kemenag.
Kemenag mengimbau agar calon mahasiswa tidak menunda proses unggah dokumen hingga hari terakhir untuk menghindari gangguan teknis server. Bagi pendaftar yang telah mengirimkan berkas, status pengajuan dapat dipantau secara berkala melalui akun masing-masing.
Perpanjangan ini disambut positif oleh kalangan akademisi dan calon mahasiswa di Jawa Barat. Sejumlah calon pendaftar dari wilayah Priangan dan Cirebon menyatakan bahwa keputusan ini memberikan waktu tambahan untuk melengkapi surat rekomendasi dari dosen pembimbing atau kepala sekolah.
“Ini kabar baik. Saya sempat khawatir tidak bisa mendaftar karena menunggu tanda tangan rekomendasi dari rektor. Sekarang ada waktu sampai awal Juni,” ujar seorang calon pendaftar S2 asal Bandung yang enggan disebutkan namanya.