JAWA BARAT — Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, unit bisnis Antam, harga emas ukuran satu gram memang tidak berubah sejak perdagangan sebelumnya. Stagnasi ini terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang justru menunjukkan penguatan tipis.
Mengutip data CNBC, harga emas spot naik 0,6 persen ke level US$ 4.519,64 per ounce pada Jumat (29/5). Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang bisa meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Emas memantul dari level support teknis kunci. Optimisme atas perpanjangan gencatan senjata mendorong harga minyak dan dolar AS turun, yang mendukung harga emas batangan,” ujar Chief Market Strategist Blue Line Futures, Philip Streible.
Kendati harga dasar per gram tidak berubah, harga emas Antam untuk pecahan kecil dan besar tetap bervariasi. Berikut rincian harga yang berlaku hari ini:
Harga buyback yang dipatok Antam di angka Rp 2.609.000 per gram membuat selisih atau spread antara harga beli dan jual mencapai Rp 190.000 per gram. Ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang hendak mengambil keuntungan jangka pendek.
Meski ada sentimen positif dari isu geopolitik, prospek emas dalam jangka menengah masih dibayangi oleh kebijakan suku bunga tinggi. Data inflasi AS yang naik pada laju tercepat dalam tiga tahun pada April memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga tinggi lebih lama.
Suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, harga emas spot tercatat masih turun lebih dari 2 persen selama bulan Mei 2026.
Di sisi lain, permintaan fisik dari dua konsumen utama dunia, India dan China, masih lesu. Di India, harga tinggi dan bea impor yang mahal menekan minat pembelian, sementara premi di China menyempit seiring sikap hati-hati pasar.