JAWA BARAT — Manajemen PLN UID Sumbar memastikan seluruh personel dan peralatan teknis sudah dalam kondisi optimal. Rapat koordinasi digelar secara virtual dari Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) serta Unit Layanan Pelanggan (ULP) se-Sumatera Barat.
General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, secara langsung mendengar laporan kesiapan dari setiap manajer unit. Mulai dari kondisi sistem kelistrikan terkini, jumlah personel siaga, hingga ketersediaan peralatan pendukung dan material cadangan.
"Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah dan merayakan Idul Adha dengan nyaman tanpa gangguan listrik," ujar Ajrun dalam keterangannya, Selasa.
PLN juga menyiagakan tim respon cepat yang bisa bergerak 24 jam jika terjadi gangguan. Kendaraan layanan teknik dan material cadangan sudah disebar di titik-titik strategis.
Selain fokus pada keandalan pasokan, Ajrun menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi seluruh petugas yang bertugas di lapangan. Menurutnya, keselamatan personel adalah fondasi utama dalam menjaga kontinuitas listrik.
“Perayaan Idul Adha adalah waktu penting. Kami berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik dengan memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi prima,” tegasnya.
PLN UID Sumbar memproyeksikan peningkatan konsumsi listrik selama hari raya, terutama di pemukiman dan tempat ibadah. Aktivitas sosial keagamaan seperti penyembelihan hewan kurban hingga acara kumpul keluarga turut menjadi perhatian dalam penyusunan skema siaga.
Dengan kesiapan ini, PLN berharap pasokan listrik di seluruh Sumatera Barat tetap andal dan aman. Masyarakat diimbau untuk turut menjaga instalasi listrik di rumah masing-masing dan melaporkan jika menemukan potensi gangguan.