BANDUNG — Lonjakan volume sampah saat libur panjang kembali menjadi mimpi buruk bagi warga Bandung Raya. Sebanyak 113 ton sampah dilaporkan masih menumpuk di berbagai titik, sebagian di antaranya diduga sudah lama tidak tertangani. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat di kawasan metropolitan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan mengomandoi langsung proses pembersihan di seluruh wilayah Bandung Raya. Ia menargetkan seluruh tumpukan sampah bisa selesai dalam waktu tiga hari ke depan. "Saya akan mengkomandoi seluruh wilayah Bandung Raya agar sampahnya selesai dalam waktu tiga hari ke depan sehingga tidak ada lagi sampah yang menahun," ujar Dedi dalam keterangannya di lokasi peninjauan.
Menurut Dedi, pola penumpukan sampah di Bandung Raya sudah bisa diprediksi. Setiap kali libur panjang tiba, volume sampah melonjak drastis namun pengangkutan tidak berjalan optimal. Akibatnya, tumpukan sampah kerap tidak tertangani hingga libur usai. "Setiap libur panjang pasti melahirkan tumpukan sampah yang mungkin tidak selesai ditangani pasca libur itu," katanya.
Gubernur menekankan bahwa persoalan sampah di Bandung Raya sudah bersifat sistemik dan terus berulang tanpa solusi permanen. Penanganan darurat yang dilakukan saat ini dinilai tidak cukup jika hanya berfokus pada pembersihan sampah yang tampak di TPS. Pemprov Jawa Barat berencana menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Ke depan, pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dedi menyebut penanganan harus dimulai dari unit terkecil, yakni rumah tangga, lingkungan permukiman, hingga desa dan kelurahan. "Ke depan kita akan fokus melakukan pengelolaan sampah dengan baik, baik yang berada di TPA maupun yang masih ada di rumah-rumah," pungkasnya.