Honda City Facelift Thailand Makin Agresif, Hybrid Jadi Pilihan Utama Gantikan Mesin Turbo

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 22:00:01 WIB
Honda City facelift Thailand hadir dengan desain baru dan hybrid sebagai varian utama.

JAWA BARAT — Facelift Honda City untuk pasar Thailand bukan sekadar ubahan tampilan biasa. Keputusan Honda untuk menjadikan hybrid sebagai tulang punggung lineup menunjukkan arah baru pabrikan asal Jepang ini di segmen kompak. Dari total lima varian yang ditawarkan, hanya satu yang masih mengandalkan mesin bensin murni, yakni varian S dengan mesin 1.0 liter turbo VTEC tiga silinder bertenaga 120 hp.

Mengapa Honda Berani Pensiunkan Mesin Turbo di City?

Keputusan ini tidak tiba-tiba. Di Thailand, permintaan terhadap mobil hybrid terus meningkat seiring kebijakan insentif pajak dan kesadaran konsumen akan efisiensi bahan bakar. Dengan mempertahankan hanya satu varian bensin, Honda secara tidak langsung mendorong adopsi teknologi e:HEV yang sudah terbukti di model seperti HR-V dan Accord.

Varian V, SV, dan RS kini eksklusif menggunakan sistem hybrid self-charging yang mengandalkan mesin 1.5 liter NA dipadukan motor listrik. Meski spesifikasi detail belum dirilis, generasi sebelumnya mencatat kombinasi output 125 hp — sedikit di atas varian turbo. Artinya, konsumen tidak perlu mengorbankan performa demi efisiensi.

Perubahan Desain yang Lebih Tajam dan Fitur Modern

Dari sisi eksterior, City facelift mendapatkan wajah baru dengan grille honeycomb yang lebih ramping dan LED yang lebih tajam. RS tetap menjadi varian paling sporty dengan lencana merah khas dan diffuser belakang yang lebih besar. Sayangnya, edisi Drival dengan bodykit agresif tampaknya tidak dilanjutkan.

Di dalam kabin, perubahan paling signifikan adalah hadirnya layar infotainment 10 inci yang menggantikan unit lawas. Fitur anyar seperti lampu ambient, kamera 360 derajat, wireless charging, dan kaca spion elektrokromik ikut melengkapi. Untuk sedan, tersedia opsi jok berbahan Platinum Gray yang eksklusif dipadukan dengan cat Meteoroid Gray Metallic atau Crystal Black Pearl.

Perbandingan: Hybrid vs Turbo, Mana yang Lebih Masuk Akal untuk Indonesia?

Pasar Indonesia belum mendapatkan City facelift ini, namun arah yang diambil Thailand bisa menjadi indikasi kuat. Saat ini City hatchback di Indonesia masih mengandalkan mesin 1.5 liter NA, sementara City sedan menggunakan mesin yang sama. Jika Honda Prospect Motor berniat mengikuti jejak Thailand, maka masuk akal jika mereka mulai mempertimbangkan opsi hybrid untuk segmen ini.

Namun, harga menjadi kendala. Di Thailand, City hybrid dibanderol mulai dari Rp 295 jutaan hingga Rp 410 jutaan. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan City bensin di Indonesia yang berkisar Rp 250-300 jutaan. Tanpa insentif pajak yang setara, adopsi hybrid di kelas entry-level masih akan berat.

FAQ: Dua Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah Honda City facelift akan masuk ke Indonesia?
Belum ada konfirmasi resmi dari Honda Prospect Motor. Namun, melihat tren global Honda yang mulai memprioritaskan hybrid, bukan tidak mungkin City facelift akan menyusul dalam 6-12 bulan ke depan, terutama untuk varian hatchback RS yang populer.

Apa kelebihan City hybrid dibandingkan City bensin biasa?
Keunggulan utama ada pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit berkat sistem self-charging yang tidak perlu dicolok ke listrik. Selain itu, torsi instan dari motor listrik memberikan akselerasi yang lebih responsif di kecepatan rendah, cocok untuk lalu lintas perkotaan yang padat.

Reporter: Feri Andika
Sumber: carscoops.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top