Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Kompak Turun Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 11:16:40 WIB
Kurs dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI turun pada Kamis pagi, 21 Mei 2026.

JAWA BARAT — Berdasarkan pantauan situs resmi masing-masing bank pada Kamis pagi, posisi kurs jual (bank menjual dolar ke nasabah) berada di kisaran Rp 16.200-an. Sementara itu, kurs beli (bank membeli dolar dari nasabah) bergerak di level Rp 15.900-an.

Berikut rincian kurs dolar AS di empat bank utama:

  • BCA: kurs jual Rp 16.220, kurs beli Rp 15.920.
  • Bank Mandiri: kurs jual Rp 16.235, kurs beli Rp 15.915.
  • BRI: kurs jual Rp 16.250, kurs beli Rp 15.930.
  • BNI: kurs jual Rp 16.215, kurs beli Rp 15.925.

Angka ini turun rata-rata Rp 50 hingga Rp 80 poin dibandingkan posisi perdagangan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi baik di harga jual maupun harga beli.

Sentimen Pasar Dorong Rupiah Menguat

Penguatan rupiah terhadap dolar AS tidak lepas dari aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar obligasi dan saham Indonesia. Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) meningkat tipis dalam sepekan terakhir.

Analis valuta asing menilai, pelaku pasar juga merespons positif data inflasi Indonesia yang terkendali di kisaran 2,8 persen pada April lalu. Stabilitas harga ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) melemah setelah data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Pelemahan greenback ini langsung dimanfaatkan oleh mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Apa Dampaknya bagi Nasabah?

Bagi Anda yang berencana bepergian ke luar negeri atau membayar transaksi impor, hari ini adalah waktu yang cukup menguntungkan untuk membeli dolar. Selisih kurs jual yang lebih rendah berarti Anda bisa mendapatkan lebih banyak dolar dengan jumlah rupiah yang sama.

Sebaliknya, bagi eksportir atau nasabah yang memiliki simpanan dolar, nilai rupiah yang mereka terima saat menjual dolar ke bank sedikit lebih kecil dibandingkan kemarin. Namun, pergerakan ini masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan tren pelemahan dolar yang tajam.

Bankir memperkirakan pergerakan kurs masih akan fluktuatif hingga akhir pekan ini, menunggu rilis data neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan pada Jumat (22/5). Jika surplus perdagangan kembali tercatat tinggi, bukan tidak mungkin rupiah melanjutkan penguatannya.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: investor.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top