Patroli Gabungan di Pantai Selatan Cianjur Diperketat Saat Libur Panjang, Wisatawan Dilarang Berenang Imbas Gelombang Tinggi

Penulis: Haris Maulana  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:06:01 WIB
Petugas gabungan tingkatkan patroli di Pantai Selatan Cianjur selama libur panjang.

CIANJUR — Angka kunjungan wisatawan ke Pantai Cemara dan Pantai Jayanti melonjak signifikan pada libur panjang akhir pekan kali ini. Kondisi itu mendorong petugas gabungan Kecamatan Cidaun untuk meningkatkan pengawasan secara berkala dari pagi hingga petang.

“Kami meminta wisatawan yang menghabiskan libur panjang di pantai selatan tidak berenang karena gelombang tinggi masih kerap terjadi,” kata Camat Cidaun Gagan Rusganda saat dihubungi, Sabtu.

Pengeras Suara dan Papan Larangan Jadi Andalan Petugas

Setiap hari, petugas menyusuri bibir pantai menggunakan pengeras suara. Wisatawan yang nekat berenang diminta segera menepi. Peringatan ini bukan tanpa alasan—cuaca buruk kerap datang mendadak, terutama menjelang petang, sehingga gelombang tinggi bisa terjadi kapan saja dan mengancam keselamatan.

Di sejumlah titik sepanjang pantai selatan Cianjur, papan larangan berenang telah terpasang. Petugas juga secara khusus meminta orang tua untuk mengawasi ketat anak-anak mereka agar tidak bermain di dekat bibir pantai.

Pengawasan Berlanjut hingga Libur Idul Adha

Gagan menegaskan bahwa patroli bersama tidak akan berhenti setelah libur panjang ini. Pihaknya memprediksi angka kunjungan akan kembali meningkat pada libur Hari Raya Kurban mendatang. Selain mengawasi aktivitas wisatawan, petugas juga akan melakukan pengamanan di sepanjang jalur utama selatan Cianjur.

“Pengawasan dan patroli akan terus dilakukan termasuk saat libur panjang hari raya kurban, dimana diprediksi angka kunjungan akan kembali meningkat,” tutur Gagan.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Bencana

Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah selatan Cianjur, Camat Cidaun mengimbau masyarakat untuk lebih siap siaga. Ia meminta warga segera mengungsi jika melihat tanda-tanda alam yang mengarah pada potensi bencana.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top