Minim Bukti Arkeologis, Kawasan Pasir Badigul di Bogor Sulit Ditetapkan sebagai Situs Sejarah Pajajaran

Penulis: Haris Maulana  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 12:29:01 WIB
Pasir Badigul di Bogor sulit ditetapkan sebagai situs sejarah Pajajaran tanpa bukti arkeologis kuat.

BOGOR — Keraguan akan status historis Pasir Badigul kembali mengemuka. Retno, pakar sejarah Sunda, menegaskan bahwa tanpa dokumentasi kuat dan temuan yang masih in-situ, kawasan itu tidak bisa langsung diakui sebagai situs resmi peninggalan Kerajaan Pajajaran.

“Pasir Badigul tidak bisa langsung dinyatakan sebagai situs karena bukti autentiknya sangat minim. Tidak ada dokumentasi kuat, termasuk foto-foto kondisi awal sebelum kawasan itu dibongkar,” ujar Retno usai mengikuti kegiatan Gotrasawala atau Diskusi Batutulis dan Mahkota Binokasih di Museum Pajajaran.

Batu Menhir yang Sudah Berpindah Lokasi

Salah satu temuan yang sempat menjadi harapan adalah sebuah batu menhir di halaman rumah almarhum Bah Oding. Namun, Retno menjelaskan, batu itu sudah berpindah dari lokasi aslinya sehingga tidak lagi memiliki kekuatan pembuktian secara ilmiah.

Selain itu, sejumlah penanda lain yang diyakini berkaitan dengan sejarah Pajajaran juga nyaris hilang. Salah satunya adalah cekungan yang dipercaya sebagai bekas Talaga Rena Mahawijaya, yang kini sudah tertimbun akibat aktivitas pengembangan kawasan.

Cerita dan Imajinasi Tanpa Verifikasi

Retno mengatakan, kondisi tersebut membuat berbagai dugaan mengenai keberadaan bangunan monumental di Pasir Badigul kini sulit diverifikasi. “Sekarang yang tersisa lebih banyak sebatas cerita dan imajinasi mengenai kemungkinan pernah berdirinya bangunan monumental atau pulasara raja di kawasan itu,” katanya.

Upaya pelestarian kawasan juga menghadapi kendala besar, termasuk keterbatasan lahan dan belum adanya pihak yang mampu merealisasikan pembangunan penanda sejarah di lokasi tersebut.

Prioritas Infrastruktur Pemkot Bogor

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor disebut masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur lain. Proyek seperti Jalan R3 sesi 3 dan pembangunan pusat perkantoran baru Pemkot Bogor menjadi fokus utama, sehingga kajian lebih dalam soal Pasir Badigul belum menjadi prioritas.

Meski demikian, Retno berharap kajian sejarah dan budaya terkait kawasan Pasir Badigul tetap terus dilakukan. Ia menekankan pentingnya upaya akademik agar jejak peradaban Sunda tidak hilang begitu saja ditelan perkembangan zaman.

Diketahui, Pasir Badigul atau Bukit Badigul di Rancamaya, Bogor Selatan, selama ini diyakini sebagai tempat pemakaman atau persemayaman terakhir Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) dari Kerajaan Pajajaran. Namun, tanpa bukti arkeologis yang sahih, status itu masih sebatas kepercayaan lokal.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: spirits.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top