Jabar Surplus Beras Tapi Butuh Pasokan Telur-Cabai dari Jateng, Kerja Sama Antarprovinsi Diperkuat

Penulis: Ivan Setiawan  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 15:46:53 WIB
Jawa Barat surplus beras namun membutuhkan pasokan telur dan cabai dari Jawa Tengah.

SEMARANG — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jabar, Sumasna, menyampaikan hal tersebut di sela Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) 2026 di Kota Semarang, Selasa (12/5/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Dedi Mulyadi.

Sumasna menegaskan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada satu komoditas. “Jawa Barat saat ini surplus beras, tetapi kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya bergantung pada komoditas tersebut. Karena itu, kerja sama antarwilayah penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan lain seperti telur, cabai, hingga kentang,” ujarnya.

Ketergantungan Pasokan Cabai dan Telur dari Jawa Tengah

Jawa Tengah selama ini menjadi pemasok utama telur dan cabai ke Jawa Barat, terutama saat permintaan melonjak menjelang Idulfitri dan Iduladha. Sumasna mengakui produksi cabai di wilayah Priangan masih terbatas. “Untuk cabai, produksi kita terbatas terutama di wilayah Priangan. Karena itu kami berharap pasokan tetap dari Jawa Tengah,” kata dia.

Dalam komoditas kentang, Jawa Barat berperan sebagai penyedia benih, sementara hasil budi daya lanjutan sebagian dipasok kembali dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Pola saling ketergantungan ini dinilai perlu dirawat melalui forum kerja sama yang terstruktur.

Lompatan Produksi Padi Berkat Teknologi dan Irigasi

Sepanjang 2025, produksi gabah kering di Jawa Barat meningkat signifikan sekitar 1,6 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Sumasna menyebut capaian ini didorong oleh penerapan teknologi pertanian, penggunaan varietas unggul, dan pengelolaan sistem irigasi yang lebih baik. “Produksi padi kita melonjak luar biasa dibanding 2024. Itu karena pemanfaatan teknologi, penentuan varietas, dan pengelolaan irigasi yang baik,” jelasnya.

Tantangan Energi Baru Terbarukan di Jabar

Di sektor energi, Jawa Barat masih menghadapi pekerjaan rumah dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Sumasna mengatakan forum FKD MPU menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dengan provinsi lain. “Melalui kerja sama seperti ini kita bisa mengoptimalkan pekerjaan rumah kita, khususnya di bidang pangan dan energi,” katanya.

Rapat kerja yang diikuti 10 provinsi anggota FKD MPU ini berfokus pada penguatan konektivitas antarwilayah menuju swasembada pangan dan ketahanan energi nasional. Sumasna mengapresiasi penyelenggaraan forum oleh Pemprov Jawa Tengah dan berharap hasilnya segera ditindaklanjuti. “Mudah-mudahan apa yang direpresentasikan bisa kita tindak lanjuti bersama,” pungkasnya.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: lingkar.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top