SUMEDANG — Pemkab Sumedang memacu pembangunan gedung Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Kecamatan Ujungjaya agar tuntas pada 2026. Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama ini dijadwalkan beroperasi penuh menyambut siswa pada tahun ajaran baru mendatang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan pengerjaan fisik di Desa Sakurjaya terus menunjukkan progres nyata. Saat ini, tim di lapangan berfokus mematangkan lahan agar konstruksi bangunan utama segera berdiri sesuai rencana induk.
Proyek strategis nasional ini melaju pesat setelah status lahan tuntas secara administrasi. Kementerian Agama RI kini resmi memegang sertifikat hibah lahan dari Pemkab Sumedang untuk menjamin kepastian hukum dan kelancaran pembangunan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sumedang yang telah menghibahkan sertifikat sehingga pembangunan dapat berjalan. Saat ini proses pematangan lahan dan pembangunan pagar keliling terus dilakukan sesuai master plan," ujar Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama KSKK Kementerian Agama RI, Firdiansyah.
Keberhasilan proyek ini bersandar pada sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Fokus kolaborasi mencakup penyediaan infrastruktur pendukung yang berada di luar area utama sekolah.
Pemerintah daerah membidik seluruh fasilitas utama siap pakai sebelum lonceng tahun ajaran baru 2026 berbunyi. Aktivitas belajar mengajar di gedung baru dipastikan terlaksana tepat waktu apabila pengerjaan terus berjalan tanpa kendala teknis.
“Mudah-mudahan bulan September tahun 2026 pembangunan bisa selesai dan pada ajaran baru para siswa sudah bisa belajar di gedung baru,” tutur Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menerima audiensi Kemenag di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Kehadiran MAN IC di Ujungjaya diproyeksikan menjadi motor penggerak kualitas pendidikan di Jawa Barat. Sekolah ini dirancang mencetak generasi kompetitif melalui sistem boarding school yang representatif.
Kendati gedung utama menjadi ranah Kementerian Agama, Pemkab Sumedang mengambil tanggung jawab penuh dalam penyediaan infrastruktur penunjang. Pembangunan akses jalan dan fasilitas ibadah kini menjadi prioritas koordinasi lintas instansi di daerah.
Bupati menginstruksikan Baperida dan BPKA segera mengeksekusi perencanaan jalan akses menuju lokasi sekolah. Sementara untuk rumah ibadah, pemerintah daerah menggerakkan potensi di luar APBD melalui keterlibatan berbagai pihak.
“Berkaitan dengan pembangunan jalan, kami minta agar segera dilakukan koordinasi dengan Baperida dan BPKA. Untuk pembangunan masjid, kita dorong melalui kolaborasi pentahelix agar semua pihak dapat berkontribusi,” kata Dony menambahkan.
Langkah ini diambil agar fasilitas sekolah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga didukung aksesibilitas memadai. Infrastruktur yang matang akan memudahkan mobilitas siswa maupun tenaga pengajar saat operasional dimulai nanti.