SUKABUMI — Orang tua siswa PAUD Permata Bunda di Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap terlambat. Pada Senin (4/5/2026), menu makanan baru tiba pukul 11.40 WIB saat seluruh siswa telah pulang ke rumah masing-masing.
Keterlambatan ini berdampak pada sekitar 50 anak didik yang tidak bisa menikmati makan siang bersama di sekolah. Pihak sekolah menyebut insiden serupa bukan kali pertama terjadi dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut di wilayah mereka.
Kegiatan belajar mengajar di PAUD Permata Bunda biasanya berakhir pukul 10.00 WIB. Namun, hingga bel pulang berbunyi, kiriman makanan dari penyedia tidak kunjung menampakkan batang hidungnya di lokasi sekolah.
Anak-anak sempat menunggu selama 15 menit dengan harapan menu MBG segera sampai agar bisa disantap bersama. Karena tidak ada kepastian maupun konfirmasi dari pihak penyedia, pengelola sekolah akhirnya memutuskan untuk memulangkan para siswa.
"Jam 10.00 WIB makanan belum datang, padahal jam pembelajaran sudah selesai. Anak-anak sempat menunggu sekitar 15 menit, tapi karena tidak ada konfirmasi akhirnya dipulangkan," ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, Senin (4/5/2026).
Makanan baru sampai di lokasi PAUD sekitar pukul 11.40 WIB. Distribusi akhirnya dilakukan secara terbatas kepada siswa yang rumahnya berada di sekitar sekolah, sementara sisanya harus diambil sendiri oleh orang tua ke sekolah.
Kepala PAUD Permata Bunda, Linawati, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima 59 porsi MBG hari itu. Ia menyayangkan keterlambatan ini karena lokasi dapur penyedia di wilayah Sindangresmi sebenarnya hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari sekolah.
"Iya tadi telat, katanya dari dapurnya. Padahal searah dengan penyaluran ke Gununggedogan, dan informasi yang kami terima, sejak pagi penyaluran ke sana sudah dilakukan," kata Linawati.
"Terpaksa orang tuanya kami suruh mengambil ke PAUD," tambahnya terkait teknis pembagian makanan yang datang di luar jam sekolah tersebut.
Linawati mengungkapkan bahwa alasan teknis di dapur produksi sering menjadi pemicu keterlambatan. Sebelumnya, distribusi pernah tertunda hingga pukul 11.30 WIB dengan alasan kendala perhitungan stok bahan baku di tingkat penyedia.
"Dulu juga pernah telat, katanya salah menghitung jumlah daging. Tapi kami juga tidak tahu pasti," tuturnya.
Pihak sekolah berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menyesuaikan jadwal pengiriman dengan jam operasional PAUD. Mengingat karakteristik anak usia dini, keterlambatan distribusi membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif saat jam pulang tiba.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Sindangresmi belum memberikan keterangan resmi terkait kendala distribusi di Desa Panumbangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat dan sambungan telepon belum mendapatkan respons dari pihak terkait.
Keterlambatan distribusi ini menjadi catatan bagi pelaksanaan program MBG di wilayah Jampangtengah. Orang tua siswa berharap ada perbaikan manajemen logistik agar hak nutrisi anak-anak dapat terpenuhi tepat waktu tanpa membebani wali murid untuk menjemput ulang jatah makanan ke sekolah.