Jakarta — Institut Teknologi PLN (ITPLN) memberikan akses langsung berkarier di PT PLN (Persero) kepada generasi muda Jawa Barat melalui program Ikatan Kerja. Sebanyak 150 kursi disiapkan khusus untuk mahasiswa baru ITPLN tahun ajaran 2026-2027.
Untuk memudahkan akses, ITPLN memberikan keringanan signifikan bagi calon mahasiswa SMA/SMK sederajat se-Jawa Barat. Biaya pendaftaran yang semula Rp350.000 berkurang menjadi Rp175.000 dengan menggunakan kode khusus "JABAR26".
Program ini bagian dari open house bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat yang berlangsung hingga 4 Mei 2026. Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., MT., IPU., ASEAN Eng., menyebut langkah ini upaya membuka akses seluas-luasnya bagi talenta terbaik tanpa terhambat biaya pendaftaran.
Yang membedakan program ini dari jalur pendaftaran reguler adalah jaminan kerja sejak calon mahasiswa diterima. "Begitu diterima di ITPLN, mereka langsung diikat kerja oleh PLN. Ada kontrak resmi antara mahasiswa dan PLN," ujar Prof. Iwa dalam keterangan resmi, Jumat, 1 Mei 2026.
Mahasiswa Ikatan Kerja akan menjalani perkuliahan selama empat tahun dengan jaminan pekerjaan di PLN setelah lulus. ITPLN menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan PLN untuk menyiapkan sumber daya manusia melalui skema khusus ini.
Kesempatan tidak hanya terbatas pada kuota Ikatan Kerja. Sebanyak 100 lulusan terbaik dari luar program Ikatan Kerja tetap berkesempatan direkrut PLN setelah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun, melalui proses seleksi khusus.
Kepala Rektorat ITPLN, Purnomo, mengingatkan tingginya tingkat selektivitas rekrutmen PLN reguler dengan rasio hampir 1 banding 1.000. "Bayangkan, hampir 1.000 orang berebut satu kursi. Tapi kalau masuk Ikatan Kerja ITPLN, peluang untuk bekerja di PLN semakin terbuka," katanya.
Keunggulan lain bagi mahasiswa ITPLN adalah jaringan alumni yang solid di PLN. Setiap tahun, PLN mengirim lebih dari 250 pegawainya untuk melanjutkan pendidikan di ITPLN, mulai dari jenjang D3 ke S1 hingga S1 ke S2.
"Setiap tahun lebih dari 250 pegawai PLN kuliah di ITPLN. Belum termasuk fresh graduate yang nanti diserap. Jadi totalnya bisa lebih dari 500 alumni ITPLN yang akan bekerja di PLN setiap tahun," kata Purnomo. Kondisi ini memberikan mahasiswa akses langsung ke senior berpengalaman di industri kelistrikan nasional.
Permintaan tenaga kerja di sektor energi terus meningkat seiring transisi elektrifikasi nasional. Indonesia akan menginvestasikan lebih dari Rp3.000 triliun dalam 10 tahun ke depan untuk pengembangan sektor kelistrikan, menciptakan permintaan akan 1,7 juta tenaga kerja.
ITPLN hadir sebagai kampus berbasis praktik dengan 18 program studi yang mencakup energi dan transisi energi. "Belajar di sini bukan sekadar teori, tapi langsung praktik dan terhubung dengan industri," jelas Purnomo. Lulusan tidak hanya dapat bekerja di sektor kelistrikan, tetapi juga bisnis dan teknologi terkait energi.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman www.infopmb.itpln.ac.id dengan pilihan 13 program studi jenjang D3 dan S1. Calon mahasiswa diminta menyiapkan Kartu Keluarga, KTP, rapor semester 1-4, serta biaya registrasi.
ITPLN juga menyediakan berbagai skema beasiswa penuh, parsial, hingga khusus untuk siswa berprestasi, kurang mampu, hafidz Al-Qur'an, dan atlet. Kolaborasi dengan industri dalam dan luar negeri membuka peluang karier lebih luas bagi lulusan yang tidak masuk skema Ikatan Kerja.