Pencarian

Kekeringan di Indramayu Ancam Target Produksi Gabah 1,6 Juta Ton, DPRD Desak Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan

Rabu, 29 Juli 2026 • 20:49:31 WIB
Kekeringan di Indramayu Ancam Target Produksi Gabah 1,6 Juta Ton, DPRD Desak Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan
Lahan pertanian di Indramayu mulai mengering akibat kekeringan yang mengancam target produksi gabah tahun ini.
II DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi, mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera turun tangan. Desakan ini muncul setelah rapat gabungan Komisi II dan IV DPRD membahas krisis air irigasi yang kian parah. ISI:

INDRAMAYU — Target produksi gabah Kabupaten Indramayu sebesar 1,6 juta ton terancam gagal akibat kekeringan yang mulai melanda lahan pertanian. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengambil langkah konkret agar krisis air irigasi tidak meluas.

Rapat Gabungan Hasilkan Poin Tindak Lanjut

Imron menyampaikan permintaan itu usai mengikuti rapat gabungan Komisi II dan Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu. Rapat yang membahas kekeringan di sejumlah wilayah pertanian itu melibatkan berbagai pihak dan menghasilkan beberapa poin yang harus segera dieksekusi.

“Tadi ada beberapa catatan poin-poin yang kita hasilkan dari rapat dan memang harus kita follow up ya,” kata Imron Rosadi, Rabu (29/7/2026).

Kondisi Sudah Serius, Petani Terancam Gagal Panen

Menurut Imron, kondisi kekeringan saat ini sudah masuk kategori serius. Ia menegaskan seluruh pihak tidak boleh menunda penanganan karena dampaknya terus meluas ke area persawahan.

“Bencana kekeringan ini di Indramayu sudah mengancam kita terutama di sektor pertanian. Maka kita harus bertindak secara serius. Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten harus juga serius,” ujarnya.

Imron secara khusus meminta perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat. Ia menyebut petani di Kabupaten Indramayu terancam gagal panen karena sumber air untuk mengairi sawah sudah mulai habis.

“Mohon juga ini kehadiran Bapak Gubernur Jawa Barat, Pak KDM, bahwa petani di Kabupaten Indramayu terancam gagal panen karena airnya sudah tidak ada,” ucapnya.

Target 1,6 Juta Ton Butuh Upaya Serius

Kabupaten Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Imron menekankan, tanpa langkah cepat dan terkoordinasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten, target produksi gabah tahun ini mustahil tercapai.

“Mudah-mudahan para petani di Kabupaten Indramayu masih banyak yang bisa kita selamatkan dan hasilnya Kabupaten Indramayu sesuai target 1,6 juta ton bisa terwujud. Tetapi kalau tidak ada upaya-upaya serius mustahil 1,6 ini bisa terwujud, terealisasi target dari Pemerintah Kabupaten Indramayu,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil kebijakan konkret untuk mengatasi persoalan air irigasi. Dengan demikian, lahan pertanian yang masih memiliki potensi panen dapat diselamatkan.

Bagikan
Sumber: indramayujeh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks