PANGKALAN KERINCI — Seorang pria bernama Ifan Priyadi (44) tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang tetangganya di Jalan BTN Lama, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Korban sehari-hari dikenal sebagai instruktur fitnes sekaligus pemilik usaha jasa perbaikan gigi yang lokasinya berdekatan dengan rumah makan milik salah satu pelaku.
Empat orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu adalah JS (52), pemilik rumah makan; anaknya, ZM (22); serta dua karyawan berinisial ME (21) dan MS (23). Polisi menyebut keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif.
Insiden bermula dari perselisihan antara korban dan JS di depan tempat usaha mereka yang saling berdekatan. Keduanya terlibat adu mulut dan saling ejek. Suasana memanas dengan cepat.
Keributan itu berujung pada bentrok fisik. JS dibantu anak dan dua karyawannya menyerang korban secara bersama-sama. Ifan yang kalah jumlah meringkuk di depan tokonya, menerima sejumlah pemukulan dan tendangan.
Istri korban bersama warga sekitar sempat melerai perkelahian tersebut. Namun, akibat cidera serius yang dialaminya, kondisi Ifan langsung memburuk.
Saksi di lokasi menyebut korban sempat lemas, mendengkur, dan tubuhnya tidak lagi bergerak sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih. Tim medis sempat memberikan penanganan darurat, tetapi nyawa Ifan tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Kasus ini menambah daftar konflik antarwarga yang berujung fatal di kawasan permukiman dan pusat usaha. Perselisihan yang mulanya sederhana kerap meluas karena melibatkan banyak pihak, terutama ketika keluarga dan karyawan ikut masuk ke dalam konfrontasi.
Polres Pelalawan masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk memastikan siapa yang melakukan pemukulan dan tendangan yang menyebabkan korban meninggal. Keempat orang yang diamankan dapat dijerat dengan pasal penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Pihak kepolisian juga mengumpulkan keterangan dari saksi, termasuk istri korban dan warga yang menyaksikan langsung kejadian. Barang bukti dari lokasi kejadian turut diamankan untuk memperkuat konstruksi perkara.
Bagi keluarga korban, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam. Ifan dikenal sebagai sosok yang mengelola dua usaha sekaligus di kawasan itu — jasa perbaikan gigi dan aktivitas kebugaran. Kasusnya menjadi pengingat bahwa perselisihan kecil di lingkungan usaha bisa berujung pada kehilangan nyawa bila tidak diselesaikan dengan kepala dingin.