Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Usai Dua Hari Lumpuh Akibat Abu Vulkanik

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 08 September 2026 | 06:16:02 WIB
Petugas memantau pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kembali beroperasi setelah dua hari ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

TANGERANG — Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara resmi dibuka kembali setelah dua hari ditutup. Ketiga bandara terdampak sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Kabar ini disampaikan manajemen PT Angkasa Pura II melalui keterangan tertulis yang dirilis Selasa (8/9/2026) dini hari. "Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan," ujar perwakilan InJourney Airports, pengelola bandara.

Tak hanya Soekarno-Hatta, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama juga memastikan dua bandara lainnya telah normal kembali. "Kami informasikan bahwa tiga bandar udara terdampak telah kembali beroperasi dan kegiatan penerbangan dapat dilaksanakan kembali. Hal ini sesuai dengan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku," demikian bunyi keterangan resmi otoritas.

Hasil Paper Test Negatif, Kenapa Bandara Sempat Ditutup?

Penutupan yang berlangsung sejak akhir pekan lalu itu sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan calon penumpang. Pasalnya, hasil paper test untuk mendeteksi endapan abu vulkanik di permukaan tanah dinyatakan negatif.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan penutupan diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh, bukan hanya mengandalkan satu indikator. "Berdasarkan evaluasi yang kami lihat, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara bandara," katanya.

Imbauan untuk Calon Penumpang Sebelum ke Bandara

Meski operasional sudah pulih, manajemen bandara mengingatkan para pengguna jasa untuk tetap waspada. Calon penumpang diminta memverifikasi ulang jadwal penerbangan masing-masing karena potensi keterlambatan masih mungkin terjadi.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Sebelum melakukan perjalanan dan untuk informasi kebandaraudaraan, silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," tulis manajemen dalam keterangannya.

Mengapa Penutupan Lebih Singkat dari Sebelumnya?

Menhub Dudy mengungkapkan periode penutupan kali ini relatif lebih pendek dibanding kejadian serupa sebelumnya. Keputusan pembukaan kembali mempertimbangkan arah angin yang dilaporkan BMKG bergeser ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot.

"Apabila arah angin bergeser lebih menjauhi dari bandara-bandara yang sekitaran Gunung Anak Krakatau, maka pemerintah mempertimbangkan membuka kembali," jelas Dudy.

Ia menambahkan, pemantauan terhadap pergerakan abu vulkanik akan terus dilakukan. "Jadi, mohon doanya semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi," pungkasnya.

Reporter: Feri Andika
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top