Bandara Soekarno-Hatta Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Petugas Dikerahkan 24 Jam

Penulis: Haris Maulana  •  Senin, 07 September 2026 | 17:07:01 WIB
Petugas kebersihan menyapu lantai Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta yang masih dipenuhi sisa abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9).

JAWA BARAT — Operasional Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, memang telah kembali berjalan, tapi bekas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih memerlukan penanganan serius. Petugas Quality Control Kebersihan Terminal 1, 2, dan 3, Nana Mardiana, mengungkapkan ketebalan abu saat penutupan bandara pada Minggu (6/9) jauh lebih parah dibanding kondisi hari ini, Senin (7/9).

Kenapa Abu Vulkanik Lebih Sulit Dibersihkan daripada Debu Biasa?

Petugas Kebersihan Terminal 1, Pihana, menjelaskan perbedaan mendasar antara debu biasa dan partikel abu vulkanik. Debu standar yang telah disapu biasanya membuat lantai tetap bersih selama 10-20 menit. Namun, partikel abu dari letusan gunung punya karakteristik lebih halus dan mudah menempel pada permukaan ubin.

"Untuk saat ini, setelah kita progress, lantai ini kalau cuma sekali kita usap itu nggak bakal bersih. Karena sisanya itu masih nempel di area ubin," ujar Pihana saat ditemui di Terminal 1B.

Oleh karena itu, metode pembersihan pun tidak bisa dilakukan dengan alat sapu biasa. Tim kebersihan harus memakai sapu berbahan kain untuk mengangkat partikel kasar terlebih dahulu. Setelah itu, lantai dibilas menggunakan mesin scrubber khusus yang tersedia di area terminal.

Strategi Percepatan: Tambah Personel dan Kerja 24 Jam

Untuk mempercepat proses normalisasi, pengelola bandara menambah jumlah petugas di setiap titik lobby. Dalam kondisi normal, satu area lobby hanya ditangani oleh dua orang petugas. Kini, jumlahnya ditambah menjadi tiga orang untuk mempercepat pergerakan pembersihan.

"Biasanya satu lobby tuh kita dua orang, nah saat ini kita tambah jadi tiga orang. Jadi kita hitungannya itu per meter, biasanya satu orang tuh mencapai sekitar 10 meter, sekarang kita dua orang bisa jadi 10 meter. Jadi percepat bolak-balik progressnya itu bisa lebih bagus sih," jelas Nana.

Pembersihan area terminal dilakukan selama 24 jam non-stop dengan sistem pembagian tim kerja. Langkah ini diambil agar seluruh area yang terdampak abu vulkanik—termasuk jalan akses, trotoar, dan area parkir—dapat segera digunakan dengan aman dan nyaman oleh para penumpang.

Kondisi Terkini Bandara Soetta

Meski penutupan sempat berlangsung dua hari, Nana menyebut kondisi abu di hari kedua sudah jauh lebih terkendali. "Tapi hari ini tuh udah mendingan sih. Enggak cukup parah kayak kemarin," pungkasnya. Bagi traveler yang akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, disarankan tetap memantau jadwal penerbangan secara berkala dan datang lebih awal mengingat proses pembersihan yang masih berlangsung di sejumlah area.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top