Pemkot Bandung Gelar Pasar Murah di 30 Kecamatan Mulai 31 Agustus, Beras SPHP Rp58.000 dan MinyaKita Rp15.500

Penulis: Gilang Permana  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:18:32 WIB
Warga memadati pasar murah yang digelar Pemkot Bandung di 30 kecamatan mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Masyarakat di 30 kecamatan Kota Bandung bakal bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah melalui pasar murah yang digelar Pemkot Bandung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menyiapkan beras, minyak goreng, telur, daging, hingga sayuran untuk menjaga daya beli warga sekaligus menekan laju inflasi.

BANDUNG — Sebanyak 30 kecamatan di Kota Bandung akan menjadi lokasi pasar murah yang dicanangkan Pemerintah Kota Bandung selama sepuluh hari, mulai 31 Agustus sampai 11 September 2026. Program ini dijalankan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dengan menggandeng Perum Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta sejumlah distributor.

Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nuruddin mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan barang pokok dan memastikan harganya tetap terjangkau masyarakat di tengah tekanan inflasi.

"Ini dalam rangka pengendalian inflasi, pengendalian ketersediaan dan keterjangkauan harga barang pokok masyarakat," kata Ronny di Bandung, Rabu.

Beras SPHP Rp58.000 per 5 Kilogram dan MinyaKita Rp15.500 per Liter

Sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar dalam pasar murah tersebut. Beras SPHP misalnya dibanderol Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan MinyaKita Rp15.500 per liter. Sayuran pun tersedia dengan harga serba Rp5.000.

Untuk kebutuhan protein, daging ayam ras dijual Rp38.000 per ekor dengan berat sekitar 0,8-0,9 kilogram, sementara daging sapi Rp144.000 per kilogram atau Rp72.000 per 0,5 kilogram.

Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai masing-masing dijual Rp15.000 per 0,5 kilogram. Telur dan daging juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan harian warga.

Warga Paling Antusias Memburu Beras dan MinyaKita

Ronny mengungkapkan, dari pantauan selama pelaksanaan, beras dan minyak goreng menjadi dua komoditas yang paling banyak dicari. Antusiasme warga terlihat jelas ketika pasokan bahan pokok tersebut mulai dibuka di setiap kecamatan.

"Dari Bulog, masyarakat kelihatan antusias kepada beras dan minyak. Yang lain seperti telur, daging ayam dan daging sapi juga kita sediakan," ujarnya.

Menurut Ronny, ketertarikan warga terhadap beras SPHP dan MinyaKita wajar karena dua komoditas itu menjadi kebutuhan pokok harian dengan frekuensi pembelian paling tinggi.

Jadwal Bergilir 10 Hari di 30 Kecamatan

Kegiatan pasar murah dilaksanakan secara bertahap dan berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain selama periode 31 Agustus-11 September 2026. Disdagin Kota Bandung berkolaborasi dengan aparat kewilayahan setempat untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

Selain beras dan minyak, Disdagin juga menyediakan telur, daging ayam ras, daging sapi, bawang merah, bawang putih, bawang bombai, serta aneka sayuran dalam setiap sesi. Ketersediaan pasokan diatur bersama Bulog dan distributor agar harga yang ditawarkan tidak berubah selama program berlangsung.

Langkah ini menjadi salah satu intervensi Pemkot Bandung untuk menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional sekaligus menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top