5 Cara Menghargai Pendapat Anak yang Membuatnya Lebih Percaya Diri

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 01 September 2026 | 15:11:31 WIB
Orang tua mendengarkan anak berbicara sambil menatap mata mereka di ruang keluarga.

JAWA BARAT — Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh percaya diri dan berani menyampaikan pendapat. Sayangnya, tanpa sadar, kita sering meredam keinginan itu dengan kebiasaan buruk seperti memotong pembicaraan atau menganggap remeh ide-ide kecil dari anak.

Padahal, perhatian kecil saat anak berbicara sudah cukup untuk membuat mereka merasa pemikiran dan perasaannya penting. Anda tidak perlu melakukan tindakan besar, cukup ubah beberapa kebiasaan sederhana di rumah.

1. Tanyakan Pendapat Anak dalam Hal Sehari-hari

Mulailah dengan pertanyaan sederhana seperti, "Menurut kamu bagaimana?" atau "Kalau menurut kamu, sebaiknya bagaimana?" Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Bunda tertarik pada pemikiran anak dan bersedia mendengarkan sudut pandangnya.

Tidak harus selalu menyangkut keputusan besar. Libatkan anak dalam menentukan menu makan malam, memilih kegiatan akhir pekan, atau memberikan masukan tentang dekorasi kamarnya. Ketika pendapatnya didengar dan dipertimbangkan, anak akan merasa dirinya adalah bagian penting dalam keluarga.

2. Ajak Anak Menemukan Solusi Masalah Bersama

Orang tua tidak harus selalu menjadi pemegang solusi tunggal di rumah. Sesekali, minta anak memberikan ide untuk menyelesaikan persoalan sederhana yang sedang dihadapi keluarga. Cara ini melatih kemampuan berpikir kritis anak.

Solusi yang diberikan anak mungkin tidak selalu dipakai. Namun, proses mendengarkan dan mempertimbangkan idenya tetap membuat anak merasa kontribusinya berarti. Ini juga mengajarkan bahwa setiap masalah punya banyak cara penyelesaian.

3. Minta Bantuan Anak untuk Pekerjaan Rumah

Meminta bantuan anak sesuai usia dan kemampuannya adalah bentuk penghargaan lain yang sering terlewat. Bunda bisa meminta si kecil merapikan meja makan, memilih barang belanjaan, atau menyusun jadwal kegiatan keluarga.

Setelah mereka membantu, berikan apresiasi tulus. Ucapan terima kasih atau pujian spesifik seperti "Bunda senang sekali kamu membantu" jauh lebih berarti daripada sekadar hadiah. Anak akan tahu bahwa usaha dan kontribusinya diperhatikan.

4. Tanyakan Hal Spesifik tentang Aktivitas Anak

Pertanyaan "Bagaimana harimu?" memang baik, tapi sering berakhir dengan jawaban singkat "baik" atau "biasa saja". Coba gali lebih dalam dengan pertanyaan spesifik seperti, "Tadi main apa paling seru di sekolah?" atau "Ada kejadian lucu apa hari ini?"

Berikan perhatian penuh saat anak bercerita. Letakkan ponsel, tatap matanya, dan dengarkan sampai selesai. Pengalaman kecil yang dibagikan anak akan terasa luar biasa penting ketika Bunda benar-benar mendengarkan.

5. Apresiasi Setiap Ide dan Usaha Anak

Ketika anak menyampaikan ide atau berusaha membantu, berikan respons positif yang tulus. Bunda bisa mengatakan idenya menarik, berterima kasih atas bantuannya, atau menghargai usaha yang sudah dilakukan. Apresiasi ini tidak harus selalu berupa hadiah.

Bahkan saat idenya belum bisa diterapkan, jelaskan alasannya dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan begitu, anak tetap merasa pemikirannya telah dipertimbangkan. Ia pun akan lebih berani berpendapat di kemudian hari.

Menghargai Pendapat Anak Bukan Berarti Menyetujui Semua Keinginannya

Penting dipahami, menghargai pendapat bukan berarti selalu mengikuti keinginan anak. Orang tua tetap bisa mengambil keputusan terbaik sambil menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Yang terpenting, anak merasa suaranya didengar dan dipertimbangkan.

Memberikan ruang untuk berbicara, mendengarkan tanpa terburu-buru, serta melibatkan anak dalam hal-hal sederhana akan membangun hubungan yang lebih terbuka. Anak akan merasa nyaman berbagi pemikiran maupun pengalaman dengan orang tua, dan ini fondasi komunikasi yang sehat hingga ia dewasa nanti.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: fimela.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top