Wisata Jip di Pegunungan Garut Makin Dilirik, Disparbud Awasi Ketat Batas Cagar Alam Jelang Jamnas 1.000 Peserta

Penulis: Feri Andika  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:17:01 WIB
Jajaran kendaraan jip wisata bersiap melintasi jalur pegunungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tren wisata jelajah alam dengan kendaraan jip di kawasan pegunungan Kabupaten Garut, Jawa Barat, meningkat signifikan dan kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut memastikan pengawasan diperketat agar aktivitas tersebut tidak melanggar aturan dengan masuk ke zona Cagar Alam. Langkah ini diambil menyusul rencana kedatangan sekitar 800 hingga 1.000 peserta Jambore Nasional Motor Suzuki TS dalam pekan mendatang.

GARUT — Popularitas wisata jip untuk menjelajahi alam pegunungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tengah menanjak. Kepala Disparbud Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyebut permintaan terhadap paket wisata ini sedang tinggi dan diminati wisatawan dari berbagai daerah.

"Memang kita sedang 'hight', sedang tinggi permintaan itu (jip)," kata Beni di Garut, Senin.

Peningkatan minat ini mendorong Disparbud untuk bergerak cepat melakukan kurasi jalur. Koordinasi intensif dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dilakukan untuk memetakan batas wilayah yang aman dikunjungi.

Mengapa Koordinasi dengan BBKSDA Menjadi Krusial?

Koordinasi ini menyangkut kepatuhan terhadap regulasi kawasan konservasi. Secara aturan, kawasan Cagar Alam tidak boleh dimasuki untuk aktivitas wisata. Oleh karena itu, Disparbud berupaya meminimalisir potensi pelanggaran meskipun di lapangan sudah banyak aktivitas serupa berjalan.

"Jadi, kita sedang meminimalisir, meskipun di sana sudah banyak aktivitas, tapi tetap secara aturan kan tidak boleh sebetulnya kalau di kawasan Cagar Alam," tegasnya.

Jalur Aman 800-1.000 Peserta Jamnas Suzuki TS

Pengawasan diperketat jelang gelaran Jambore Nasional (Jamnas) Motor Suzuki TS yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Acara ini diprediksi akan menarik kedatangan sekitar 800 sampai 1.000 peserta ke Kabupaten Garut.

Disparbud Garut akan terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dan BBKSDA. Tujuannya, memastikan rute yang dilalui peserta tidak menabrak kawasan konservasi yang wajib dilindungi.

"Jadi, kita sudah kurasi beberapa kali, termasuk hari ini kita akan suruh, jangan sampai nanti lokasinya masuk ke wilayah-wilayah yang memang rawan terkait dengan Cagar Alam yang harus kita lindungi," ujar Beni.

Apa Saja Batasan untuk Wisata Jip di Garut?

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, menegaskan bahwa kegiatan jelajah alam menggunakan kendaraan bermotor tetap dapat berjalan. Syarat utamanya, semua aktivitas harus memilih jalur yang berada di luar kawasan Cagar Alam.

"Tetap bisa dilaksanakan, jalurnya dipilih yang tidak masuk kawasan," katanya.

Artinya, destinasi wisata jip di Garut memiliki batasan geografis yang jelas. Operator wisata dan peserta diwajibkan memahami peta zona serta mematuhi arahan petugas di lapangan agar keindahan alam pegunungan Garut tetap lestari.

Reporter: Feri Andika
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top