Anggota DPRD Jawa Barat Ika Siti Rahmatika mendorong pembenahan pendataan kelompok ternak di Desa Luragungtonggoh, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hal ini dinilai penting karena data yang belum tervalidasi berpotensi menghambat akses peternak terhadap berbagai program bantuan pemerintah, seperti bibit ternak dan pakan.
KUNINGAN — Anggota DPRD Jawa Barat Ika Siti Rahmatika menemukan persoalan pendataan kelompok ternak saat melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Desa Luragungtonggoh, Kabupaten Kuningan. Masih ada kelompok ternak yang belum tercatat optimal dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) atau belum memahami mekanisme pendataan.
Kondisi ini dinilai menghambat kelompok ternak memperoleh program pemerintah. Ika menekankan pentingnya pembenahan data kelembagaan agar potensi yang ada di desa tersebut tidak sia-sia.
"Jangan sampai kelompok yang memiliki potensi justru kesulitan mengakses bantuan hanya karena data kelembagaannya belum lengkap atau belum tervalidasi," kata Ika dalam keterangannya di Kuningan, Sabtu.
Ika menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi belum optimalnya pendataan. Keterbatasan literasi digital, sosialisasi yang belum merata, hingga kelengkapan administrasi kelembagaan menjadi kendala utama di lapangan.
Akibatnya, ketika peternak mengajukan bantuan seperti bibit ternak, pakan, dan sarana pendukung peternakan, data yang tidak tervalidasi menjadi penghalang. Peran penyuluh pertanian dinilai krusial untuk mendampingi kelompok ternak, mulai dari pembaruan data hingga memastikan administrasi sesuai ketentuan.
Dalam pengawasan yang sama, Ika juga menemukan tantangan lain di sektor pertanian Desa Luragungtonggoh. Pengolahan pascapanen dan pemasaran komoditas masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Menurut dia, pengembangan pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Diperlukan arah yang lebih jelas untuk membangun rantai ekonomi utuh yang mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
"Petani jangan hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga harus mendapatkan nilai tambah dari hasil yang mereka usahakan," ujarnya.
Ika mendorong pemerintah setempat memperkuat pendampingan teknologi, menyediakan dukungan alat dan mesin pertanian, serta membuka kemitraan pemasaran bagi petani dan peternak di wilayah tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Luragungtonggoh yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang bisa dikembangkan.