JAWA BARAT — Sirkuit MotorLand Aragon menjadi saksi kebangkitan Marc Marquez di akhir pekan ini. Dalam sprint race yang berlangsung 11 lap, pebalap asal Spanyol itu finis terdepan dengan keunggulan 1,14 detik atas adiknya, Alex Marquez, yang tampil impresif untuk BK8 Gresini Racing.
Kemenangan ini terasa krusial bagi persaingan gelar juara dunia. Sebelum sprint race dimulai, Marquez tercatat tertinggal 40 poin dari Jorge Martin. Kini, defisit tersebut menyusut menjadi 33 angka setelah Martin hanya mampu finis kelima di belakang Pedro Acosta.
Marco Bezzecchi finis ketiga di Aragon dan mengamankan posisi runner-up klasemen dengan koleksi 216 poin. Sementara itu, Jorge Martin masih nyaman di puncak dengan 245 angka meski kehilangan poin berharga di pertarungan sprint. Alex Marquez yang finis kedua justru menjadi ancaman baru di belakang, meski ia belum masuk dalam tiga besar klasemen sementara.
Francesco Bagnaia kembali tampil di luar zona podium. Juara dunia dua kali itu hanya mampu finis ke-11, tertinggal 14,5 detik dari sang pemenang. Ini menjadi pukulan telak bagi pebalap Italia tersebut dalam perburuan gelar musim ini.
Fabio Quartararo gagal menyelesaikan sprint race setelah mengalami masalah teknis pada motor YZR-M1 miliknya. Pebalap Monster Yamaha itu menjadi salah satu dari tiga pebalap yang gagal finis, bersama Fabio Di Giannantonio dan Luca Marini.
Di sisi lain, Toprak Razgatlioglu kembali menunjukkan adaptasi cepatnya di kelas utama. Pebalap asal Turki yang membela Pramac Yamaha itu finis ke-13, hanya terpaut belasan detik dari pemimpin lomba. Hasil ini melanjutkan tren positifnya sejak pindah dari WorldSBK.
Dengan hasil ini, duel tiga kandidat juara dunia musim 2026 semakin ketat. Martin masih memegang kendali, tetapi tekanan dari Bezzecchi dan Marquez kini terasa lebih nyata menjelang balapan utama yang akan berlangsung Minggu (30/8/2026) di sirkuit yang sama.