Review Photoroom: Aplikasi AI yang Bikin Foto Produk E-commerce Jadi Lebih Menarik

Penulis: Gilang Permana  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:06:58 WIB
Antarmuka aplikasi Photoroom menampilkan panel alat AI dan template untuk pengeditan foto produk.

JAWA BARAT — Berbeda dari aplikasi editor foto kebanyakan yang fokus pada keperluan pribadi, Photoroom dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Platform ini menjadi andalan bagi pemilik toko online yang ingin menyulap foto produk yang kusam menjadi visual yang memikat calon pembeli. Tersedia dalam bentuk aplikasi untuk perangkat iOS dan Android, serta dapat diakses melalui browser web di komputer.

Salah satu keunggulan yang langsung terasa adalah antarmukanya yang sederhana dan terorganisir. Semua alat AI, template, hingga fitur batch untuk memproses hingga 250 gambar sekaligus, dapat diakses dengan mudah dari panel samping. Photoroom juga mendukung format gambar HEIC, format kompresi tinggi yang menjadi standar iPhone sejak 2017, sehingga pengguna tidak perlu repot mengonversi file terlebih dahulu.

Hasil Uji Coba: Alat AI yang Memanjakan Mata

Inti dari layanan ini adalah kekuatan alat AI-nya. Dalam pengujian, alat penghapus latar belakang dan retouching foto bekerja dengan sangat baik, bahkan seringkali tidak memerlukan sentuhan akhir manual seperti yang biasa dilakukan di aplikasi lain. Hasilnya nyaris sempurna dalam satu kali klik.

Fitur yang paling mengesankan adalah kemampuan untuk "menyetrika" baju secara digital, menghilangkan kusut pada produk pakaian yang difoto. Ada juga opsi menggunakan model virtual atau "ghost mannequin" untuk menampilkan pakaian tanpa perlu pemotretan dengan model sungguhan. Hasil akhirnya membuat produk terlihat rapi dan profesional.

Namun, tidak semua fitur berjalan mulus. Generator video yang memungkinkan pembuatan video produk dari foto statis masih sering gagal. Beberapa template menghasilkan visual yang aneh atau tidak sesuai harapan. Fitur ini terasa masih dalam tahap awal pengembangan dan belum siap digunakan untuk kebutuhan produksi.

Sistem Kredit dan Biaya Berlangganan

Photoroom menggunakan sistem kredit bulanan untuk memakai fitur AI-nya. Setiap paket langganan memberikan jatah kredit yang berbeda. Sebagai gambaran, membuat video memakan 500 kredit, mengekspor gambar resolusi 2K memakan 135 kredit, dan menambahkan latar belakang AI hanya 5 kredit. Untungnya, fitur dasar seperti penghapusan latar belakang dan retouching tidak menghabiskan kredit.

Layanan ini menawarkan tiga tingkatan harga yang ditagih tahunan: paket Pro seharga US$13 per bulan (sekitar Rp 214.000) untuk pekerja solo, paket Max seharga US$35 per bulan (sekitar Rp 577.000) untuk usaha kecil, dan paket Ultra seharga US$100 per bulan (sekitar Rp 1,65 juta) untuk merek yang sedang berkembang. Semua paket bisa dicoba gratis selama tujuh hari.

Layak Dicoba untuk Bisnis Online?

Photoroom adalah alat yang sangat ampuh bagi siapa pun yang serius memasarkan produk secara visual. Hasil akhir foto yang profesional bisa didapatkan dengan cepat dan mudah, menghemat waktu dan biaya produksi. Bagi yang sudah mahir menggunakan Photoshop, mungkin fitur ini terasa kurang fleksibel, tetapi untuk pemilik toko online yang ingin efisiensi, Photoroom adalah pilihan yang sangat menarik.

Meski fitur video-nya masih mengecewakan, kemampuan inti untuk menyempurnakan foto produk sudah terbukti sangat mumpuni. Jika kamu mencari cara praktis untuk meningkatkan kualitas visual katalog produk tanpa perlu keahlian desain tinggi, Photoroom layak masuk daftar pertimbangan.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top