JAWA BARAT — Sebanyak 12 Posyandu aktif di Kelurahan Margadana, Kota Tegal, menjadi sasaran program pemberdayaan kader bertajuk "Sentuhan Sehat". Program dari Universitas Muhammadiyah Tegal (UMT) ini berfokus pada peningkatan kapasitas kader dalam mendampingi tumbuh kembang balita, termasuk melalui teknik pijat bayi yang aman.
Kegiatan utama pelatihan digelar pada Selasa, 4 Agustus 2026. Para kader tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung. Metode learning by doing ini dipilih agar keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan dalam pelayanan Posyandu sehari-hari.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UMT, Nilatul Izah, menuturkan bahwa peserta dibimbing untuk mempraktikkan teknik pijat yang tepat. "Kami berikan materi, demonstrasi dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik pijat bayi yang aman dan tepat," ucapnya pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Agar program berjalan komprehensif, tim UMT menggandeng tenaga dengan kompetensi di bidang kebidanan dan farmasi. Hal ini memastikan aspek tumbuh kembang balita diperhatikan secara medis, sekaligus menjamin keamanan media atau minyak yang digunakan untuk pijat bayi.
Pendekatan ini dinilai penting karena kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Meningkatkan keterampilan mereka berarti meningkatkan pula kualitas pendampingan bagi para orang tua, khususnya dalam hal stimulasi perkembangan anak.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan kader saja. Nilatul Izah berharap ilmu yang diperoleh dapat disosialisasikan kepada orang tua balita di lingkungan masing-masing. "Mudah-mudahan kader juga bisa memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini," kata Nila.
Dengan adanya 672 balita yang terlayani di Margadana, peran orang tua di rumah tetap menjadi kunci utama. Kombinasi antara layanan Posyandu yang lebih baik dan stimulasi harian dari keluarga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain pelatihan pijat, para kader juga mendapat edukasi mengenai deteksi dini keterlambatan perkembangan. Materi ini melengkapi keterampilan mereka untuk mengenali potensi masalah sejak awal dan memberikan rujukan yang tepat kepada tenaga kesehatan.
Pemberdayaan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat kelurahan. Dengan kader yang terampil, orang tua tidak perlu bingung mencari informasi stimulasi yang benar—cukup datang ke Posyandu terdekat dan bertanya pada kader yang sudah terlatih.