Telkom Tuntaskan Pemisahan InfraCo Tahap 2, InfraNexia Jadi Tulang Punggung Bisnis Wholesale Konektivitas

Penulis: Haris Maulana  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:17:31 WIB
InfraNexia resmi beroperasi penuh sebagai entitas terpisah setelah Telkom menuntaskan pemisahan InfraCo tahap kedua.

JAWA BARAT — Keputusan korporasi ini bukan sekadar perubahan struktur internal. Bagi Telkom, pemisahan ini adalah upaya serius untuk menjawab kebutuhan pasar akan penyedia infrastruktur digital yang mandiri dan dapat diakses oleh seluruh operator, tanpa konflik kepentingan.

InfraNexia, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Telkom Infrastruktur Indonesia, kini resmi beroperasi penuh sebagai entitas terpisah. Perusahaan ini dirancang untuk melayani tidak hanya grup Telkom, tetapi juga operator telekomunikasi lain di Indonesia yang membutuhkan infrastruktur pasif seperti menara, kabel serat optik, dan pusat data.

Mengapa Pemisahan Ini Penting bagi Industri Telekomunikasi?

Selama ini, operator telekomunikasi sering kali harus membangun infrastruktur sendiri yang memakan biaya besar. Dengan hadirnya InfraNexia sebagai pemain wholesale yang netral, operator lain dapat menyewa infrastruktur yang sudah ada. Model bisnis ini dinilai lebih efisien dan mempercepat perluasan jaringan internet di daerah-daerah yang belum terjangkau.

Pendekatan ini juga sejalan dengan tren global di mana perusahaan telekomunikasi besar memisahkan unit infrastrukturnya untuk menarik investor. Nilai aset infrastruktur yang stabil dan berpendapatan jangka panjang (long-term recurring revenue) dinilai lebih menarik dibandingkan bisnis ritel yang kompetitif.

Dampak ke Pelanggan dan Ekosistem Digital Nasional

Bagi masyarakat umum, dampak dari tuntasnya spin-off ini mungkin tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka menengah, efisiensi yang dihasilkan dari model bisnis wholesale ini berpotensi menekan biaya operasional operator. Secara teori, hal ini bisa mendorong penurunan harga layanan internet atau peningkatan kualitas tanpa menaikkan tarif.

Selain itu, keberadaan InfraNexia memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global. Dengan infrastruktur yang dikelola secara profesional dan netral, daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi pusat data (data center) dan layanan cloud ikut meningkat. Ini menjadi fondasi penting bagi transformasi digital nasional yang sedang digencarkan pemerintah.

Manajemen Telkom menegaskan bahwa penyelesaian tahap kedua ini melengkapi proses yang dimulai pada awal tahun. Dengan struktur baru ini, Telkom dapat lebih fokus pada layanan digital dan konektivitas ritel, sementara InfraNexia menggarap pasar grosir infrastruktur secara lebih agresif dan lincah.

Ke depan, InfraNexia diharapkan mampu bersaing tidak hanya dengan pemain lokal, tetapi juga dengan perusahaan infrastruktur digital global yang mulai merambah Asia Tenggara. Kehadiran entitas netral ini menjadi kunci agar pasar telekomunikasi Indonesia tetap kompetitif dan inovatif.

Langkah Telkom ini juga menjadi preseden bagi BUMN lain yang memiliki aset infrastruktur besar untuk mempertimbangkan strategi serupa. Dengan memisahkan aset yang bersifat "jalan tol" digital dari layanan komersial, nilai perusahaan secara keseluruhan dapat terekam lebih jelas di mata investor, baik domestik maupun asing.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top