Kisah 23 Kru Pertamina Pride dan Gamsunoro Lolos dari Selat Hormuz, Sempat Hadapi Gangguan GPS

Penulis: Eri Subagio  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:59:32 WIB
MT Pertamina Pride dan MT Gamsunoro tiba dengan selamat di perairan Cilacap setelah melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli lalu.

JAWA BARAT — Ketegangan itu terasa nyata bagi Rizqi Rafif, second officer di MT Pertamina Pride. Bersama 22 rekannya, ia menghabiskan berbulan-bulan di kawasan Teluk Arab sebelum akhirnya diberi lampu hijau untuk melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli lalu. Kapal tersebut kemudian tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada 24 Juli.

"We are happy to be finally out of Hormuz," ujar Rizqi saat disambut jajaran manajemen PIS melalui konferensi video setelah kapalnya berlabuh di tanah air.

Perjalanan ini bukan sekadar melawan ombak dan angin. Daryl Josua Makaminang, Third Officer di MT Gamsunoro, mengaku seluruh awak sempat dilanda kekhawatiran. Kapalnya harus melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan US Navy. Situasi makin mencekam karena hanya sehari setelah Gamsunoro berhasil melewati kawasan tersebut, terjadi serangan terhadap kapal lain di lokasi yang sama.

"Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat," katanya.

Sistem GPS Mengalami Gangguan

Butuh sekitar delapan jam bagi kedua kapal untuk menyelesaikan lintasan, termasuk empat jam melewati titik paling kritis. Namun tantangan terbesar justru datang dari gangguan teknologi. Rizqi menceritakan sistem GPS di kapalnya mengalami jamming, memaksa tim navigasi bekerja dengan kewaspadaan ekstra.

"Kami sempat khawatir. Dalam situasi seperti itu muncul pertanyaan harus mengikuti pihak yang mana. GPS juga mengalami jamming. Bisa dibilang kami sangat beruntung dapat melewati semuanya dengan selamat," ungkap Rizqi.

Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menyebut keberhasilan ini bukan soal disiplin operasional semata, melainkan juga tentang kemanusiaan. Pihaknya mengaku terus memantau perkembangan kondisi kru sejak kapal memasuki kawasan Teluk.

"Keselamatan seluruh awak kapal selalu menjadi prioritas utama kami, bahkan sebelum kargo dan aktivitas operasional. Bagi kami, kalian adalah pahlawan," ujarnya.

Pemulihan Armada dan Dukungan Manajemen

Komisaris Utama PIS Anwar Saadi turut menyampaikan rasa syukur atas keselamatan seluruh kru. Ia mengapresiasi kesabaran dan profesionalisme para nakhoda dalam menjaga kapal beserta muatannya selama melintasi kawasan konflik.

Setelah berhasil keluar dari kawasan Teluk, kedua kapal kini fokus memulihkan performa armada. MT Gamsunoro telah menjalani hull cleaning untuk meningkatkan kecepatan kapal, sementara Pertamina Pride melakukan underwater hull cleaning sebagai persiapan pelayaran berikutnya.

Bagi para awak kapal, lolos dari Selat Hormuz bukan sekadar menyelesaikan satu rute pelayaran. Di balik perjalanan itu tersimpan ketangguhan para insan maritim Indonesia yang tetap menjaga distribusi energi nasional di tengah kondisi dunia yang memanas.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top