TDB Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Resmi Berakhir, 12 KK Masih Bertahan di Pengungsian

Penulis: Feri Andika  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:34:01 WIB
Status tanggap darurat kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya resmi berakhir, Jumat (31/7).

SUKABUMI — Status tanggap darurat bencana kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi resmi berakhir pada Jumat (31/7). Pemkab Sukabumi kini menyiapkan langkah transisi menuju tahap rehabilitasi agar kehidupan warga terdampak segera pulih.

Keputusan ini mengemuka setelah rapat koordinasi di lokasi bencana yang dihadiri unsur Forkopimcam Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Sirnaresmi, panitia lokal, hingga para relawan.

27 Indikator Pencabutan Status TDB Terpenuhi

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan hasil evaluasi bersama menunjukkan sebagian besar target penanganan darurat telah tercapai. Forkopimcam Cisolok pun merekomendasikan agar status tanggap darurat tidak diperpanjang.

"Melalui rapat koordinasi itu kami menyampaikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar status tanggap darurat dapat diakhiri. Sebanyak 27 indikator yang menjadi syarat pencabutan status tersebut telah terpenuhi," ujar Okih, Minggu (2/8).

Meski begitu, keputusan resmi tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD. Hasil rapat di tingkat kecamatan akan dibawa ke forum koordinasi tingkat kabupaten sebagai bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir ditetapkan.

Hanya 12 Kepala Keluarga yang Tersisa di Pengungsian

Kondisi di lokasi pengungsian terus membaik. Sebagian besar tenda darurat telah dibongkar karena banyak warga sudah kembali ke rumah yang masih layak huni atau memilih tinggal sementara di rumah sanak keluarga.

"Saat ini, hanya tersisa 12 kepala keluarga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Pemerintah bersama instansi terkait terus memberikan pendampingan sembari menentukan langkah terbaik bagi para penyintas dengan mengutamakan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan," terangnya.

Okih menambahkan, pihaknya akan menentukan apakah para penyintas tetap bertahan di pengungsian sementara atau dipindahkan ke rumah kerabat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka.

Tenda Pengungsian Disulap Jadi Ruang PAUD Darurat

Di tengah proses pemulihan, tenda yang masih berdiri tidak hanya difungsikan sebagai tempat penampungan. Sebagian akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar aktivitas belajar anak-anak tetap berjalan.

"Langkah ini dilakukan agar aktivitas belajar anak-anak tetap berjalan selama proses pemulihan pascabencana," tutur Okih.

Fokus Pemulihan: Layanan Dasar hingga Ekonomi Warga

Pemerintah Kecamatan Cisolok memastikan penanganan tidak akan berhenti meski status tanggap darurat resmi dicabut. Tahapan berikutnya difokuskan pada rehabilitasi dan pemulihan, mulai dari pemenuhan layanan dasar, penataan kembali lingkungan terdampak, hingga percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Dengan dimulainya fase rehabilitasi, pemerintah berharap seluruh penyintas dapat segera bangkit, kembali menjalani aktivitas sehari-hari, serta memperoleh dukungan yang dibutuhkan hingga proses pemulihan selesai sepenuhnya," tegasnya.

Reporter: Feri Andika
Sumber: radarsukabumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top