PDIP Garut Targetkan 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Konsolidasi 4.426 Pengurus hingga Tingkat RW

Penulis: Ivan Setiawan  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:58:01 WIB
Ketua DPC PDIP Garut Ilham Faturohman menyampaikan target perolehan kursi partainya pada Pemilu 2029 dalam konsolidasi struktural.

GARUT — Mesin politik PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Garut mulai dipanaskan untuk menghadapi Pemilu 2029. Partai berlambang banteng itu memasang target ambisius menambah kursi di DPRD Kabupaten Garut dari empat menjadi tujuh kursi, sekaligus mengembalikan kejayaan seperti era Pemilu 1999.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut, Ilham Faturohman, menyebut target realistis yang dipasang partainya adalah enam kursi. Capaian itu dinilai penting agar seluruh daerah pemilihan (dapil) di Garut memiliki keterwakilan legislatif.

“Saat ini kita memiliki empat kursi. Target realistis enam kursi supaya semua dapil terisi. Target ambisius tujuh kursi sebagai upaya mengembalikan kejayaan PDIP seperti pada Pemilu 1999. Kalau bisa delapan kursi, itu menjadi bonus sekaligus bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ujar Ilham.

Pengukuhan 4.426 Pengurus Anak Ranting di Tingkat RW

Untuk mengejar target tersebut, PDIP Garut tidak hanya mengandalkan mesin politik di tingkat kecamatan. Konsolidasi struktural digencarkan hingga ke akar rumput dengan melibatkan pengurus di tingkat RW.

Dalam konsolidasi terbaru, partai telah mengukuhkan 426 pengurus tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 2.216 pengurus ranting. Selanjutnya, pada akhir Agustus mendatang, sebanyak 4.426 pengurus anak ranting di tingkat RW akan dikukuhkan secara daring.

Ilham menjelaskan, penguatan struktur organisasi ini merupakan hasil rangkaian musyawarah yang digelar sejak awal tahun. Dengan begitu, kepengurusan partai kini telah terbentuk hingga ke jenjang paling bawah.

Program Kerja: Dari Perlindungan Mata Air hingga Tekan Angka Perceraian

Selain konsolidasi internal, PDIP Garut menyiapkan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Di bidang lingkungan, partai mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan mata air dan tata kelola sumber daya air.

Langkah ini dinilai krusial karena Garut merupakan kawasan konservasi sekaligus hulu Sungai Cimanuk. Menurut Ilham, perlindungan ini penting untuk mengantisipasi krisis air di masa depan.

PDIP Garut juga menyoroti tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil dialog dengan kelompok perempuan, persoalan ekonomi menjadi salah satu pemicu utama. Sebagai solusi, partai mengusulkan program padat karya berbasis koperasi yang menyasar pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin koperasi menjadi wadah ekonomi gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga kurang mampu,” katanya.

Serap Aspirasi Perempuan Hasilkan Sembilan Rekomendasi

DPC PDIP Garut juga telah menggelar forum serap aspirasi perempuan yang menghasilkan sembilan rekomendasi. Rekomendasi tersebut mencakup penanganan kekerasan terhadap perempuan, pemberdayaan ekonomi, hingga perlindungan dari berbagai bentuk pelecehan.

Program sosial lain yang disiapkan meliputi penyediaan motor pengangkut sampah, bantuan tangki air untuk daerah rawan kekeringan, hingga program “protein rakyat” untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Kalau kerja-kerja politik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, kami optimistis kepercayaan publik akan meningkat dan target perolehan kursi pada Pemilu 2029 bisa tercapai,” pungkas Ilham.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: kabariku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top