JAWA BARAT — PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menyerahkan empat unit sepeda motor Honda Beat lengkap dengan paket kit konversi motor listrik kepada empat SMK di Bandar Lampung. Motor dan kit tersebut akan menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa dalam merubah motor bensin menjadi motor listrik.
Penyerahan dilakukan dalam rangkaian Pelatihan Konversi Motor Listrik yang digelar di SMKN 2 Bandar Lampung pada 22-23 Juli 2026. Total 50 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari siswa dan guru dari SMKN 2 Bandar Lampung, SMK 2 Mei Bandar Lampung, SMKN 5 Bandar Lampung, SMKN 7 Bandar Lampung, serta perwakilan Bengkel KS Motrik dan Bengkel Serayu Motor.
Setiap SMK penerima mendapat satu unit motor Honda Beat dan satu paket kit konversi. Dengan alat ini, siswa bisa langsung mempraktikkan proses konversi dari bahan bakar ke tenaga listrik. Materi teori disusun bersama akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL), sementara praktik selama satu setengah hari didampingi instruktur dari Elders Garage.
Pelatihan ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru dan teknisi bengkel. Dengan begitu, pengetahuan tentang konversi motor listrik bisa diwariskan ke lebih banyak anak didik dan pelaku usaha bengkel di Lampung.
Hari pertama diisi dengan pembekalan teori dasar teknologi konversi motor listrik. Peserta mempelajari komponen utama, sistem kelistrikan, hingga aspek keselamatan. Hari kedua, mereka langsung turun tangan mengganti mesin bensin dengan motor listrik pada motor yang sudah disediakan.
Bengkel KS Motrik dan Bengkel Serayu Motor yang ikut serta diharapkan bisa menjadi mitra teknis bagi sekolah-sekolah setelah pelatihan selesai. PLN menggandeng dua bengkel tersebut untuk memperkuat ekosistem konversi di Lampung.
Senior Manajer Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widya Nugraha, menegaskan bahwa percepatan transisi energi butuh SDM kompeten. "PLN tidak hanya membangun infrastruktur kendaraan listrik, tapi juga menyiapkan SDM yang mampu menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional," kata Rio dalam rilis yang diterima redaksi.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis mencetak talenta siap kerja di industri kendaraan listrik. Pelatihan ini juga membuka peluang usaha baru bagi para peserta di masa depan.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Dengan kolaborasi bersama UBL, Elders Garage, serta dua bengkel lokal, PLN berharap ekosistem kendaraan listrik di Lampung bisa tumbuh dari akar rumput.
Jelang HUT ke-81 RI, langkah ini menjadi bukti komitmen PLN dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk transformasi energi bersih. Ke depan, siswa dan guru yang sudah terlatih diharapkan mampu menjadi inovator dan teknisi konversi motor listrik di daerahnya masing-masing.