BANDUNG — Meski sebagian besar wilayah Jawa Barat tengah dilanda musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terbuka secara lokal. Dalam prospek cuaca mingguan yang dirilis untuk periode 23–29 Juli 2026, BMKG menyebut hujan diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari di sejumlah daerah.
Berdasarkan analisis iklim global terbaru, indeks Niño 3.4 berada di angka +1,74—menandakan El Niño dalam kategori kuat. Secara umum, fenomena ini mengurangi curah hujan di Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Namun, BMKG menekankan bahwa beberapa faktor atmosfer lokal masih mendukung suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif. Kondisi ini membuat hujan lokal tetap mungkin terjadi meski tren kemarau semakin menguat. "Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih diperkirakan terjadi secara lokal," demikian penjelasan BMKG melalui akun Instagram resmi @bmkg_jawabarat.
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang yang disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat. Karena sifatnya lokal, kondisi cuaca bisa sangat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain dalam waktu yang bersamaan.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul, seperti banjir di daerah rawan genangan, tanah longsor di wilayah perbukitan, pohon tumbang, serta gangguan pada sektor pertanian dan perikanan akibat perubahan cuaca mendadak.
Menghadapi musim kemarau yang masih diselingi hujan lokal, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi: pastikan saluran air tidak tersumbat, hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, dan waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca kering.
Masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca terkini dapat memantau pembaruan resmi melalui website BMKG, media sosial @bmkg_jawabarat, aplikasi Info BMKG, atau menghubungi Stasiun Klimatologi Jawa Barat. Peringatan dini akan segera dirilis jika terdapat potensi cuaca ekstrem yang membahayakan.