BANDUNG — Polrestabes Bandung mengerahkan 300 personel gabungan untuk melaksanakan patroli malam di seluruh wilayah Kota Bandung. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama mengantisipasi kejahatan jalanan seperti begal dan gangguan kamtibmas lainnya.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan patroli malam tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Tujuannya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di malam hari.
"Patroli dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, termasuk aksi begal, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya," ujar Dedi di Bandung, Rabu malam.
Personel gabungan yang diterjunkan berasal dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub). Mereka disebar ke berbagai titik rawan di Kota Bandung dan akan berjaga hingga pagi hari.
Selain melakukan patroli, petugas juga berdialog dengan warga. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat pada malam hari.
Upaya preventif ini diperkuat dengan hasil operasi sebelumnya. Polrestabes Bandung mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan dan mengamankan 19 tersangka dalam operasi yang digelar pada 1–21 Juli 2026.
Dedi menegaskan patroli akan terus dilakukan secara berkesinambungan. "Kami akan terus mempersempit peluang terjadinya kejahatan dengan kehadiran polisi di lapangan," katanya.