JAWA BARAT — Geely Coolray resmi meluncur di Indonesia dalam acara "Geely Refining Tomorrow" di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (20/7/2026). Bukan sekadar seremoni, Geely langsung mengajak jurnalis merasakan kemampuan SUV ini di lintasan balap. Langkah ini cukup berani, mengingat Coolray adalah kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) murni — berbeda dengan lini Geely sebelumnya yang didominasi EV dan PHEV.
Jantung pacu Coolray adalah mesin 1.500 cc 4-silinder turbo DOHC dengan tenaga 171,6 dk dan torsi 290 Nm. Angka ini tergolong tinggi di kelasnya. Yang menarik, karakter mesinnya tidak gradual. Saat pedal gas diinjak agresif, tenaga langsung mengisi tanpa jeda — tipikal DCT 7-percepatan yang perpindahan giginya cepat dan halus.
Dalam sesi 2-3 lap di Mandalika, mobil yang membawa tiga penumpang ini mampu mencapai 0-140 km/jam dalam kisaran 11 detik. Putaran mesin di 5.000-5.500 rpm terdengar halus di kabin, tidak mengganggu kenyamanan. Namun, perlu dicatat: tidak adanya paddle shift membuat pengemudi kehilangan kendali penuh atas pilihan gigi. Padahal, karakter DCT yang responsif sangat diuntungkan dengan fitur itu. Ini jadi PR besar bagi Geely untuk menyematkannya di versi mendatang.
Di trek lurus, Coolray terasa menapak dan minim limbung hingga kecepatan 170 km/jam. Bobot yang terdistribusi lebih seimbang berkat tiga penumpang ikut membantu stabilitas. Namun, saat masuk tikungan tajam, karakter handling-nya mulai terbelah. Body roll di baris depan masih terkontrol, tapi ayunan di bagian belakang lebih terasa. Ini wajar untuk SUV kompak bertipe FWD, tapi patut diwaspadai jika kamu suka menikung dengan kecepatan tinggi.
Sistem pengereman dengan cakram ventilasi depan dan cakram belakang bekerja pakem. Tidak ada gejala fade atau blong saat pengereman agresif dari kecepatan tinggi. Traksi tetap terjaga, deselerasi terasa aman dan stabil. Rem ini jelas lebih dari cukup untuk penggunaan harian di perkotaan maupun jalan tol.
Geely Coolray adalah SUV kompak yang dirancang untuk pengemudi yang mengutamakan performa mesin dan akselerasi responsif dalam keseharian — bukan untuk pecinta tikungan atau off-road. Dengan tenaga 171,6 dk, mobil ini unggul di akselerasi stop-and-go perkotaan dan overtake di tol. Namun, jika kamu sering membawa mobil kecepatan tinggi di tikungan, handling belakang yang kurang stabil bisa menjadi kekurangan yang mengganggu.
Coolray menjadi opsi menarik di segmennya, menegaskan keseriusan Geely memperluas pasar ICE di Indonesia. Tapi, sebelum transfer uang, pastikan kamu sudah mencoba sendiri karakter handling-nya di jalan yang kamu kenali. Jangan hanya tergiur angka tenaga dan suara mesin yang halus.