Yusuf Maulana yang akrab disapa Haji Aka menekankan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat yang cerdas. Menurutnya, pemilih pemula rentan terpengaruh oleh popularitas atau kedekatan personal tanpa melihat rekam jejak calon pemimpin.
“Setiap suara memiliki arti yang sangat penting. Jangan memilih hanya karena popularitas atau kedekatan semata, tetapi kenalilah rekam jejak, integritas, kapasitas, kompetensi, serta keberpihakan calon pemimpin terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya dalam kegiatan yang merupakan bagian dari agenda Akademi Murobbi Belia (AMB) tersebut.
Dalam paparannya, politisi Fraksi PKS itu menjelaskan bahwa kebijakan politik memengaruhi langsung keseharian warga. Mulai dari biaya sekolah, layanan kesehatan di puskesmas, hingga harga kebutuhan pokok di pasar—semua ditentukan oleh keputusan para pemimpin yang dipilih melalui proses demokrasi.
Karena itu, ia mendorong generasi muda tidak sekadar datang ke tempat pemungutan suara. Mereka harus mampu menilai mana calon yang benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sekadar mengejar kekuasaan.
Melalui Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula ini, Yusuf Maulana berharap lahir generasi muda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Ia ingin mereka menjadi pelaku perubahan yang mendorong lahirnya kebijakan yang memperkuat pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.
“Semoga melalui Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula ini lahir generasi yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan mampu menjadi pelaku perubahan demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Kegiatan di Cisaat ini menjadi salah satu rangkaian AMB yang digelar secara berkala. Ke depan, program serupa direncanakan menjangkau lebih banyak kecamatan di Sukabumi menjelang pemilu mendatang.