JAWA BARAT — Perkenalan resmi Peralta berlangsung ikonik di Saung Angklung Udjo, Bandung. Langkah ini melengkapi kuota 11 pemain asing Maung Bandung untuk kompetisi domestik dan AFC Champions League Two (ACL Two) musim depan.
Kepindahan Peralta ke Persib tak berjalan mulus. Pemain yang sempat santer dikaitkan dengan Persija Jakarta itu akhirnya memilih bergabung ke skuad asuhan pelatih Maung Bandung.
Manajemen Persib menyambutnya dengan label "The MVP" melalui unggahan di Instagram dan X. "Yang paling dibicarakan, yang paling diperebutkan, kini resmi menjadi bagian dari #PERSIB," tulis akun resmi klub.
Peralta datang dengan reputasi mentereng. Pada musim 2025/2026 bersama Borneo FC Samarinda, ia mencatatkan 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan. Raihan itu mengantarnya menjadi Pemain Terbaik (MVP) sekaligus Top Assist Liga 1.
Sebelumnya, di musim perdananya di Indonesia (2024/2025), ia membukukan 9 gol dan 13 assist. Performa impresif ini menjadikan Borneo FC sebagai titik balik keemasan kariernya setelah sebelumnya hanya menjadi pemain pinjaman di Unión de Santa Fe (2022) dan memperkuat CA Cerro di Uruguay (2023–2024).
Lahir pada 20 Februari 1998, Peralta memulai karier profesional di akademi San Lorenzo pada 2018. Debutnya di kasta tertinggi Liga Argentina terjadi pada Maret 2020. Dengan tinggi 180 cm, ia dikenal sebagai winger modern berakselerasi cepat, visi tajam, dan kemampuan mencetak gol plus assist.
Setelah lima tahun di San Lorenzo (2018–2023), ia menjajal Liga Uruguay sebelum akhirnya merantai ke Asia bersama Borneo FC. Kini, Persib menjadi pelabuhan anyarnya.
Perekrutan pemain berstatus MVP Liga 1 ini bukan tanpa alasan. Persib dipastikan akan tampil di ACL Two, turnamen antarklub Asia level kedua. Kehadiran Peralta diharapkan menjadi pembeda di lini serang, baik di kompetisi domestik maupun kancah Asia.
"Let's make history together, Mr. MVP!" demikian bunyi ajakan Persib di media sosial, menandai ambisi besar mereka di musim 2026/2027.