RI Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke China, Airlangga Minta Investasi Konkret

Penulis: Feri Andika  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:12:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menawarkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt kepada China dalam pertemuan bilateral di Shanghai.

JAWA BARAT — Ajakan itu disampaikan Airlangga dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7) malam. Kedua pihak membahas penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, hingga transisi energi.

"Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi China dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia-China dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi," kata Airlangga dalam keterangannya, Sabtu.

Rantai Pasok Industri Surya Perlu Diperkuat

Menurut Airlangga, industri panel surya yang sudah beroperasi di Indonesia masih bisa diperkuat. Penguatan itu harus diarahkan untuk membangun rantai pasok industri tenaga surya yang lebih lengkap dan terintegrasi di dalam negeri.

Selain energi, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai 154,6 miliar dolar AS, dengan rata-rata pertumbuhan 7,24 persen per tahun selama 2021-2025. China juga masuk tiga besar sumber investasi asing di Indonesia. Realisasi investasi China pada 2025 mencapai hampir 8,1 miliar dolar AS, atau sekitar 13 persen dari total investasi asing. Sektor utama meliputi industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, hingga transportasi dan pergudangan.

Skema TCTP dan Dorongan Joint Venture

Dalam pertemuan itu, Airlangga juga membahas skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga kini, 30 nota kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun. Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai nota kesepahaman itu menjadi proyek investasi konkret.

"Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret," ujarnya.

Airlangga juga mendorong keterlibatan perusahaan China sebagai investor di kawasan industri dan komersial Indonesia. Dari sisi perdagangan, Indonesia mendorong hubungan dagang yang lebih seimbang melalui perluasan akses pasar, peningkatan ekspor bernilai tambah, dan hilirisasi.

Danantara Jadi Mitra Strategis

Dalam konteks ini, Danantara Indonesia diharapkan menjadi mitra strategis untuk menarik investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek prioritas. Tujuannya memperkuat rantai pasok, transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja.

Pada kerja sama regional, Indonesia meminta dukungan China terhadap pembentukan Sekretariat RCEP di Indonesia. Pemerintah juga mendorong penguatan agenda RCEP 3.0 agar relevan dengan perubahan perdagangan global dan transformasi digital.

Menjelang APEC 2026 di China, Airlangga menyampaikan dukungan Indonesia. Ia berharap kedua negara mulai mengidentifikasi proyek prioritas yang bisa diumumkan pada pertemuan para pemimpin.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara," pungkas Airlangga.

Reporter: Feri Andika
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top