BANDUNG BARAT — Puluhan pengunjung tampak antusias memotret karya-karya yang dipajang di dinding galeri pada hari pembukaan, Minggu (19/7/2026). Suasana di Galeri Panyawangan-Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, sejak siang dipenuhi oleh keluarga dan komunitas seni yang datang menyaksikan langsung hasil kreasi para perupa muda.
Pameran bertajuk "Art Spectrum: Keindahan yang Beragam" ini menghadirkan karya dari seniman muda yang memiliki spektrum autisme, down syndrome, hingga cerebral palsy. Karya yang ditampilkan berupa lukisan, sketsa, dan instalasi sederhana yang merefleksikan cara pandang unik para kreatornya terhadap lingkungan sekitar.
Setiap sudut ruangan galeri dipenuhi warna-warna cerah dan bentuk ekspresif yang langsung menyita perhatian. Beberapa karya bahkan menggunakan teknik pointilis dan kolase dari bahan daur ulang.
Penyelenggaraan pameran ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli. Panitia sengaja memilih momen tersebut untuk menekankan pentingnya ruang berekspresi yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Mereka punya imajinasi dan kemampuan artistik yang tidak kalah dari seniman pada umumnya. Yang dibutuhkan hanyalah wadah dan kesempatan," ujar panitia penyelenggara dalam keterangan yang diterima Antara.
Pameran Art Spectrum terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk. Pengunjung bisa datang setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB selama periode pameran berlangsung di Galeri Panyawangan-Bale Pare, kawasan Kota Baru Parahyangan.
Selain memajang karya, panitia juga menyediakan pojok interaktif di mana pengunjung bisa mencoba menggambar bersama beberapa perupa yang hadir. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Pameran ini diharapkan menjadi titik awal bagi lebih banyak ruang publik yang ramah terhadap difabel dan neurodivergen di Jawa Barat. Selama ini, akses terhadap kegiatan seni bagi kelompok tersebut masih terbatas pada sekolah luar biasa atau pusat terapi tertentu.
Dengan adanya pameran di ruang publik seperti Galeri Panyawangan, para perupa muda ini bisa memperkenalkan karyanya ke khalayak yang lebih luas. Beberapa karya bahkan telah mendapat respons positif dari kolektor seni yang hadir pada hari pertama.